DKK Jepara Khawatirkan Keberadaan Pungkruk
Tanggal: Wednesday, 21 March 2012
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 20 Maret 2012

JEPARA – Keberadaan Pungkruk sebagai tempat hiburan membuat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara khawatir adanya persebaran penyakit HIV dan AIDS. Karena itu di desa tersebut butuh rumah bersama yang berfungsi mengontrol kondisi kesehatan para pekerja hiburan di lokasi tersebut.

Kepala DKK Jepara Agussalim Riyadi menjelaskan rumah bersama itu selain berfungsi untuk memeriksa kondisi kesehatan para wanita pekerja hiburan juga untuk memberikan kegiatan lain. Beberapa diantaranya adalah senam bersama, ceramah agama, dan ceramah kesehatan. Karena itu, butuh keterlibatan instansi terkait untuk mewujudkan hal itu.

"Tidak bisa hanya dari DKK saja, tetapi ada peran dari Kementerian Agama dan Disdikpora misalnya untuk kegiatan yang lain. Dalam rumah bersama itu seluruh wanita pekerja hiburan di Pungkruk wajib ikut dan kalau bandel bisa ditetapkan sanksi," ujar Agus.

Dia menambahkan upaya untuk mewujudkan hal itu berdasar hasil belajar di Semarang yang memiliki beberapa tempat lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK). Di beberapa lokalisasi itu ada rumah bersama yang menjadi tempat untuk mengontrol kesehatan PSK. "Jika ada yang sakit disuruh istirahat dulu dan yang tak mau periksa diberi sanksi tak boleh beroperasi lagi," tutur Agus.

Persoalannya, lanjut Agus, data PSK di Semarang yang berasal dari Jepara cukup banyak. Seperti di lokalisasi JBL Semarang, PSK yang berjumlah 200 orang dengan asal Jepara sebanyak 17 persen. "Ini untuk antisipasi penularan. Bisa jadi yang dari Semarang pulang ke Jepara membawa penyakit. Soalnya di Semarang ini yang sudah punya penyakit pada pulan," ujarnya.

Dengan kondisi itu, Agus berhaap dukungan instansi terkait. Sebab, upaya untuk mewujudkan rumah bersama disokong banyak pihak termasuk dari kalangan lembaga Sosial Masyarakat (LSM). "Termasuk juga peran dari pemerintahan desa untuk penyediaan rumah yang digunakan untuk mengontrol PSK. Apalagi Jepara ini masuk lima besar yang warganya menderita AIDS di Jateng," tuturnya.

Terkait anggaran, instansi terkait semestinya memberikan alokasi. Pihaknya juga sudah berbicara dengan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara untuk mendukung anggaran.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6267