Ratusan Orang Meninggal di NTT Akibat HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 21 March 2012
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 21 Maret 2012

Kupang - Perkembangan kasus HIV/AIDS di Provinsi NTT sejak 1997 hingga Februari 2012 terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terbukti, hingga Februari lalu tercatat 1491 kasus HIV/AIDS ditemukan di NTT dan dari jumlah tersebut 403 penderita telah meninggal dunia.

Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)Provinsi NTT,Ir. Esthon Foenay, M.Si mengatakan hal ini dalam rapat Forum Kemitraan Penanggulangan AIDS Tingkat Provinsi NTT, Selasa (20/3/2012).

“Kasus HIV/ADIS di NTT terus meningkat dan sampai Februari 2012 lalu ditemukan 1491 kasus HIV/ADIS di NTT yang terbagi 699 kasus HIV dan 792 AIDS. Dari jumlah itu, 403 orang diantaranya meninggal karena HIV/AIDS,” kata Esthon didampingi Sekretaris KPAD NTT, dr. Husein Pancratius.

Esthon yang juga Wakil Gubernur NTT ini lebih jauh menjelaskan, akar permasalahan sesungguhnya dari masalah ini sebenarnya karena Pemerintah kurang aktif turun ke masyarakat untuk menjelaskan tentang bahayanya virus HIV/AIDS ini jika telah menyerang tubuh. Bahkan hingga saat ini terdapat 4 Kabupaten di NTT yang belum memiliki KPAD. Padahal KPAD merupakan ujung tombak dalam mengatasi persoalan HIV/AIDS. Karena itu dalam pertemuan kemarin, Esthon meminta Sekretaris KPAD NTT untuk segera membuat surat kepada 4 Bupati yang daerahnya belum memiliki KPAD.

“sampai sekarang Kabupaten Sumba Tengah, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Manggarai Timur belum membentuk Sekretariat KPA. Padahal secara institusi ini lemah,” kata Esthon.

Esthon mengakuupaya penanggulangan masalah HIV/AIDS sudah jadi masalah global atau masalah internasional.Dengan demikian, siapapun yang kena masalah AIDS pasti ditangani tanpa melihat latar belakang sosial politik. Karena itu dalam kesempatan ini Esthon berkeinginan untuk menunjuk inisiator sebagai perintis lahirnya Sekretariat KPAdi 4 Kabupaten yang belum memiliki Sekretariat KPAtersebut.

Sekretaris KPA Provinsi NTT, dr. Husein Pancratiusdalam kesempatan ini mengatakan, beberapa kabupaten yang perlu mendapat perhatian serius dalam penanganan masalah HIV/AIDS yakni TTU dan Belu. Sebab di dua Kabupaten ini ditemukan hal-hal tertentu yang berkaitan dengan standar pelayanan VCT (Voluntary Counceling and Testing) dan CST (Care Support and Treatment).

“Ini yang perlu mendapat perhatian serius dari KPA NTT,” tandas mantan direktur RSUD Prof. DR. W.Z. Johanes Kupang.

Dijelaskan dr. Husein, VCT merupakan pintu masuk bagi KPA NTT untuk bertindak dalam menangani kasus HIV/AIDS. “VCT itu pintu masuk buat kami bertindak. Hal ini juga akan berpengaruh pada sistem recording dan reporting yang kami laksanakan di KPA NTT,” tandas dr. Husein, apa adanya.

Dalam kesempatan ini dr. Andreas Fernandez juga menjelaskan tentang penyebab seseorang terkena HIV/AIDS dan pencegahannya serta peran RSUD Prof. DR. W.Z. Johanes Kupangdalam membantu menanggulangi masalah HIV/ADIS di NTT. Selama ini rumah sakit tersebut menyediakan sarana pemeriksaan darah untuk mendeteksi hadirnya virus HIV/AIDS dalam tubuh seseorang. [gus]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6269