Ibu Penderita HIV Bisa Berikan ASI Eksklusif
Tanggal: Friday, 23 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 22 Maret 2012

Menyusui bayi merupakan ritual wajib bagi seorang ibu yang baru saja melahirkan. Ritual menyenangkan itu juga bisa dilakoni ibu penderita HIV/AIDS.

Penularan HIV dari ibu ke anak bisa terjadi karena infeksi yang melewati plasenta, saat proses persalinan dan menyusui. Penularan HIV dari ibu ke anak yang dikandungnya bisa menjadi ancaman yang sangat serius, kesempatan anak untuk memiliki hidup yang panjang pun akan tertutup.

Tapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ibu penderita HIV memberikan ASI eksklusif pada bayinya selama enam bulan. Setelah itu, makanan pendamping ASI diberikan untuk mengurangi angka kematian sebesar 6 persen.

ASI mengandung berbagai antibodi yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Tapi ibu juga harus mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang menurunkan kemungkinan bayi tertular virus mematikan tersebut.

WHO merekomendasikan tiga hal kepada penderita HIV yang sedang hamil atau menyusui, yaitu inisiasi dini antiretroviral therapy (ART) untuk orang dewasa dan remaja, pemberian obat ARV yang lebih mudah dan ramah, serta penggunaan jangka panjang obat ARV untuk mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak.(go4/***)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6281