Jangan Paranoid, Meski Tuberculosis Sulit Dihindari
Tanggal: Friday, 23 March 2012
Topik: Narkoba


suarasurabaya.net, 22 Maret 2012

Indonesia merupakan negara endemis penyakit tuberculosis (Tb). Saat ini, Indonesia masih menempati urutan kelima dunia untuk negara-negara dengan penderita Tb terbanyak. Tidak heran jika penyakit satu ini tidak bisa dihindari.

Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat ada 41.404 penderita Tb. Sedangkan di Poli Tb RSUD dr Soetomo, dalam triwulan terakhir 2011 sudah menerima 137 penderita baru. Dari 780 orang yang dicurigai terkena Tb, sebanyak 142 orang penderita berulang dan 137 orang penderita baru. Jumlah penderita baru laki-laki lebih banyak yaitu 73 orang dan 64 orang penderita perempuan.

Diakui dr Sudarsono SpP(K) Penanggung Jawab Poli Tb RSUD dr Soetomo, penyakit Tb memang tidak bisa dihindari khususnya di negara endemis seperti Indonesia. Tb memang merupakan penyakit tropis yang banyak ditemui di negara-negara beriklim tropis. Bahkan, Sudarsono memperkirakan dari kerumunan orang di tempat umum, sekian persen diantaranya mengidap Tb.

"Dari orang-orang yang kita temui di tempat umum, sekian persennya terkena Tb. Karena penyakit ini memang tidak bisa dihindari di daerah endemis," kata Sudarsono pada suarasurabaya.net, Kamis (22/3/2012).

Menurut Sudarsono, semua orang beresiko terserang Tb. Setiap orang pasti terpapar kuman. Cukup berbicara dengan jarak 2 meter saja sudah membuat orang saling bertukar kuman. Hanya saja mereka tidak selalu manifes Tb, karena masing-masing individu memiliki sistem pertahanan tubuh. Selama memiliki daya tahan tubuh, kuman-kuman di dalam tubuh seseorang akan 'dipenjara'.

Meski beresiko, Sudarsono meminta masyarakat untuk tidak paranoid. Bagi mereka yang positif menderita Tb, penggunaan masker bisa mencegah penularan kuman. Masker dipakai hingga dahak batuk hilang. Biasanya dalam 1-2 bulan pengobatan rutin, batuk penderita Tb tidak lagi berdahak. Sedangkan mereka yang negatif Tb harus pintar-pintar menjaga daya tahan tubuh.

Penderita penyakit diabetes, HIV/AIDS dan perokok memperlemah daya tahan tubuh. Akibatnya, mereka lebih rentan terserang Tb. Penderita Tb memiliki angka kesembuhan yang cukup tinggi. Dari jumlah total penderita Tb, 50 persennya dinyatakan sembuh dan 25 persen meninggal dunia jika tidak diobati. Angka kesembuhan di Jawa Timur sendiri mencapai lebih 85 persen, melampui angka yang ditargetkan pemerintah.

Ciri-ciri penderita Tb mengalami batuh berdahak, panas dingin, berkeringat di bagian wajah dan hanya terjadi malam hari. Selain itu, nafsu makan turun sehingga berat badan juga menurun. Konsumsi obat secara teratur bisa meningkatkan angka kesembuhan.(git)

Sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6283