AS Tegaskan Dukung Program Nasional TB Indonesia
Tanggal: Friday, 23 March 2012
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 22 Maret 2012

JAKARTA - Pada Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia, tanggal 24 Maret, Amerika Serikat menegaskan kembali komitmennya untuk membantu Indonesia memerangi penyakit menular mematikan yang membunuh sekitar 64 ribu orang Indonesia setiap tahun. Saat ini, program dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) memberikan kontribusi bilateral terbesar untuk penanggulangan TB di Indonesia.

Program USAID sebesar 13,5 juta dollar AS per tahun mendukung Pemerintah Indonesia dan penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan deteksi kasus TB, memastikan selesainya pengobatan untuk setiap pasien, dan meningkatkan kualitas keseluruhan perawatan.

"Amerika Serikat bermitra dengan Pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk memanfaatkan kelebihan dari kemajuan ilmiah, alat diagnosis yang akurat, dan standar kesehatan kelas dunia untuk menghentikan dan mengobati infeksi TB," kata Duta Besar AS Scot Marciel, Kamis (22/3).

Menurutnya, AS memang berkomitmen untuk memberantas TB di Indonesia untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah puluhan ribu kasus TB baru. Pemerintah AS bekerja dalam kemitraan antara Program Pengendalian TB Nasional dan USAID untuk membantu menerapkan strategi TB Nasional.

"Bersama-sama dengan Program Pengendalian TB Nasional, program USAID meningkatkan diagnosis dan pengobatan TB dan resistensi multi-obat (MDR) TB," tambah Marciel.

MDR-TB merupakan ancaman yang berkembang dengan lebih dari 2.100 dugaan kasus MDR TB yang telah didiagnosa, 453 yang dalam pengobatan, dan 51 yang telah disembuhkan setelah dua tahun pengobatan yang berhasil. Selain itu, USAID memperkenalkan GeneXpert ke Indonesia, sebuah teknologi baru yang dapat mendiagnosis TB MDR dalam hitungan jam, bukan mingguan.

USAID memberikan bantuan teknis kepada produsen obat dari Indonesia untuk memastikan bahwa obat yang diproduksi di dalam negeri akan mampu memenuhi standar kualitas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"USAID bekerja sama dengan Program Pengendalian TB Nasional dan Global Fund to Fight AIDS, TB dan Malaria untuk memperbarui dan meningkatkan laboratorium di berbagai provinsi di Indonesia untuk membantu para dokter mendiagnosis TB dan MDR-TB. Setiap tahun, ada sekitar 430.000 kasus baru TB di Indonesia," tandas Marciel.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6284