PELAYANAN KESEHATAN AdMedika Bidik Karyawan BUMN
Tanggal: Saturday, 24 March 2012
Topik: Narkoba


Suara Karya, 24 Maret 2012

SURABAYA: PT Administrasi Medika (AdMedika) akan memperluas jaringan pemasaran seiring rencana pemberlakukan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 2014 mendatang. Perusahaan di lingkungan Telkom Group yang bergerak di bidang penyedia layanan administrasi kesehatan berbasis elektronik ini optimis bisa melayani karyawan BUMN di Tanah Air.

Menurut Direktur Marketing AdMedika Dwi Heriyanto, hingga akhir 2011, baru 1,8 juta lebih pelanggan (mayoritas karyawan BUMN) yang menjadi pelanggan AdMedika. Namun pada tahun ini ditargetkan setengah dari 42 BUMN di Indonesia atau sekitar 2,5 juta karyawan bisa bergabung menjadi pelanggan AdMedika. AdMedika merupakan perusahaan penghubung antara perusahaan asuransi, penyedia pelayanan kesehatan, dan peserta asuransi kesehatan. Perusahaan ini menyediakan kartu kepesertaan elektronik yang terhubung dengan jaringan pelayanan kesehatan, pelayanan kontrol, pengelolaan data klaim secara online, verifikasi klaim, melakukan monitoring pengiriman tagihan dari penyedia pelayanan kesehatan, monitoring kasus rawat inap, dan sebagainya.

Biaya perawatan medis karyawan bisa dihemat seiring masih banyaknya oknum pegawai rumah sakit yang bertindak curang untuk menggerogoti biaya asuransi kesehatan. "Banyak petugas medis di rumah sakit yang sengaja menggelembungkan harga obat atau memberi perlakuan berlebih pada pasien. Tentunya untuk memenuhi target pendapatan yang ditetapkan pihak rumah sakit," ucap Dwi.

Di lain pihak, peserta jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) PT Jamsostek (Persero) bisa memperoleh layanan tambahan berupa tindakan cuci darah (hemodialisa), operasi jantung, pengobatan kanker, maupun pengobatan HIV/AIDS. Hal ini berlaku bagi peserta yang masih bujang maupun berkeluarga, tergantung status kepesertaan yang didaftarkan perusahaan. Dengan catatan, kepesertaan perusahaan minimal 1 tahun dan menjadi peserta program JPK minimal 1 tahun.

"Khusus cuci darah memang tidak ada batasnya dan maksimal tiga kali setiap pekannya," kata Kepala PT Jamsostek Kantor Cabang Ungaran (Jawa Tengah) Abda Waiza.

Menurut dia, juga ada manfaat tambahan bagi peserta Jamsostek (perusahaan dan pekerja), berupa pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K-3) serta pemeriksaan kesehatan gratis. (Andira/Pudyo Saptono)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6293