Terdeteksi, Penderita HIV di Landak Menghilang
Tanggal: Monday, 26 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Equator, 24 Maret 2012

Ngabang - Tak kurang dari Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi SE yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Landak kaget dengan kenyataan bahwa di kecamatan terpencil dan desa terisolasi ada satu keluarga disergap HIV/AIDS.

Menurut Heriadi, setelah anak dan istri almarhum Hz dinyatakan positif HIV, dinas kesehatan dan dinas sosial harus memantau sejauh mana perkembangan dan dibantu biaya pengobatannya.

“Setelah selesai berobat di RSUD Soedarso dan pulang ke kampung halamannya, istri dan anak Hz jangan sampai dikucilkan dari pergaulan. Mereka sama seperti kita. Dia tidak sadar dan tidak tahu sampai terjangkit. Bergaul seperti biasa, HIV itu tidak akan menular tanpa hubungan intim,” ingatnya.

Heriadi malah memperingatkan warga jangan ada perubahan sikap terhadap keduanya. “Kalau sampai terjadi pengusiran oleh warga, semua itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegasnya ditemui Rabu (22/3) di kantornya.

Selaku pelaksana pemerintah, Wabup sudah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial agar memonitor. Lakukan apa yang sepatutnya dilakukan agar mereka merasa diperhatikan.

Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui SIp berharap instansi terkait tanggap terhadap semua permasalahan masyarakat. “Saya tidak ingin ada Hz lain lagi di Landak. Cek semua tempat hiburan. Antisipasi penularan terhadap warga, cek semua agar bisa dimonitor berapa jumlah warga Landak yang terjangkit HIV,” katanya.

Petrus Mionyan, Sekretaris Komisi C DPRD Landak, minta terus dilakukan sosialisasi berulang-ulang kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS di mana mereka tertular.

“Mungkin beberapa tahun lalu pernah dicek, tetapi sejauh mana perkembangannya perlu diketahui. Apakah ada penambahan penderita atau tidak. Ini yang perlu dimonitor secara kontinu,” katanya.

Dr Pius Edwin, Kabid P2PL Dinas Kesehatan Landak mengatakan setelah diketahui suaminya terjangkit AIDS, langkah yang dilakukan dinas kesehatan mengirim istri dan anak bungsunya ke RSUDS Pontianak untuk dicek.

Terus terang, lanjut Pius, penderita yang sekarang sudah meninggal tidak diketahui dan tidak terlacak sebelumnya. Sesudah meninggal barulah terkuak.

“Yang menjadi kendala selama ini, kebanyakan penderita kalau sudah terdeteksi cenderung menghilangkan diri. Sehingga kami sulit untuk mencari keberadaan penderita,” ungkap Pius.

11 meninggal

Tahun 2011 tercatat 46 orang yang terjangkit HIV di Landak, saat peringatan Hari AIDS sedunia 1 Desember. Momen peringatan tersebut dimanfaatkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPAids) Kalbar kampanye memerangi penyakit mematikan itu di Kabupaten Landak.

Setelah terinfeksi HIV, otomatis sistem kekebalan tubuh akan hancur sehingga tidak ada lagi antibodi atau sistem pertahanan tubuh yang tersisa. Kemudian berproses menjadi AIDS dan meninggal pelan-pelan. Lenyapnya antibodi si penderita mudah terinfeksi kulit dan mulut, tuberculosis, atau kanker.

“Inilah yang disebut sindrom atau gejala penyakit, karena orang terkena AIDS tidak hanya oleh satu penyakit, tetapi kumpulan berbagai macam penyakit alias komplikasi,” jelas H Syarif Toto Alqadrie Ssos, Ketua KPAids Kalbar saat sarasehan di aula kantor bupati beberapa waktu lalu.

Sarasehan di Landak melibatkan stakeholder di antaranya tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pendidik, dan instansi terkait. Tujuannya agar peserta nantinya menindaklanjuti program KPAIDS provinsi bekerj asama dengan KPA Kabupaten Landak.

Sementara itu, Mindar SE MM, Sekretaris KPA Landak mengungkapkan, data terkini penderita HIV/AIDS di kabupaten ini per 1 Desember tercatat 46 orang sedangkan yang sudah meninggal 11 orang. “Yang masih ada dan masih hidup tercatat 35 penderita. Untuk itu saya mengimbau kaum muda agar lebih berhati-hati dalam bergaul,” ingatnya. (tar)

Sumber: http://www.equator-news.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6296