PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Posdaya Angkat Kesejahteraan Nelayan
Tanggal: Monday, 26 March 2012
Topik: Narkoba


Suara Karya, 26 Maret 2012

JAKARTA: Kehidupan para nelayan tradisional yang cenderung miskin, seyogyanya sudah harus disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. Artinya, masyarakat nelayan harus mengubah nasibnya lewat pemberdayaan, yang mengacu pada pencapaian millenium development goals (MDGs).

Pernyataan itu disampaikan Ketua Yayasan Damandiri,Prof dr Haryono Suyono di depan para peserta Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat, yang diselenggarakan Balai Besar Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Kementerian kelautan dan Perikanan, di Bogor, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut dijelaskan, Instruksi Presiden (Inpres) No 3 tahun 2010 merupakan jalan pintas untuk menanggulangi kemiskinan, yang terdapat di masyarakat nelayan. "Penanggulangan itu dilakukan melalui sebuah program pemberdayaan," ujarnya.

Hanya saja, diingatkan Haryono, program pemberdayaan itu harus berbasis keluarga. "Dalam hal ini tentunya keluarga nelayan," katanya. Fokus utamanya, ujar dia, harus keluarga dan diutamakan pada anak serta perempuan.

Anak-anak nelayan harus memperoleh pendidikan yang layak. Sehingga, kalau kelak menjadi nelayan sudah menjadi nelayan yang lebih modern. Sementara, fokus pemberdayaan selanjutnya ditujukan pada perempuan atau para istri nelayan. Para istri nelayan, kata mantan kepala BKKBN tersebut, harus mempunyai keterampilan tambahan.

"Terutama, dalam mengolah hasil tangkapan ikan sang suami," sebutnya. Dengan keterampilan yang dimiliki, maka hasil tangkap nelayan mempunyai nilai ekonomis lebih, dibanding dipasarkan secara langsung dalam bentuk hasil tangkapan.

Upaya itu, kata dia, bisa dilakukan dengan membentuk pos pemberdayaan keluarga (posdaya) di perkampungan-perkampungan nelayan di pesisir. Posdaya memiliki program yang ditunjang delapan pilar keluarga.

Utamanya, lanjut dia, pembentukan program pendidikan anak usia dini (PAUD). Keberadaan program PAUD pada posdaya, jelas mantan Menko Kesra dan Taskin itu, mempunyai fungsi ganda. Ketika para anak balita para nelayan memperoleh pendidikan di PAUD, kaum perempuannya atau para ibunya mempunyai waktu untuk mengikuti pelatihan berbagai ketrampilan.

Karenanya, pembentukan program PAUD pada posdaya, harus dibarengi juga dengan pengadaan pelatihan keterampilan untuk para perempuan. Dengan tambahan keterampilan yang dimiliki, diharapkan para perempuan atau ibu rumah tangga juga bisa turut membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Selanjutnya, posdaya juga mencanangkan program kesehatan, wirausaha, keagamaan, kesetaraan gender, penanggulangan HIV/AIDS, kebun bergizi, serta pemberian penghargaan. Semua program itu utamanya harus ditujukan pada keluarga miskin yang usianya tergolong muda. Sehingga, mereka mampu meningkatkan kesejahteraannya untuk generasi mendatang. (Budi Seno)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6301