Ahmad Kustiadi, ''Lebih Berbahaya dari Tomcat'' Waryo Terkena Herpes Zoster
Tanggal: Monday, 26 March 2012
Topik: Narkoba


Galamedia, 26 Maret 2012

SOREANG - Waryo (80), warga Kampung Cibogor, RT 03/RW 08, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kab. Bandung yang sebelumnya diduga menderita penyakit yang disebabkan serangga tomcat, ternyata hasil diagnosis dokter menderita herpes zoster atau cacar api. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bandung, Achmad Kustijadi di Soreang, Sabtu (24/3). Waryo dibawa oleh seorang kader kesehatan ke Puskesmas Soreang. "Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik, pasien Abah Waryo positif menderita herpes zoster, bukan tomcat seperti yang diberitakan media. Petugas sudah memberikan pengobatan seusai hasil diagnosis," jelas Achmad Kustijadi.

Diungkapkannya, Abah Waryo sudah lama menjadi pasien dr. Idik yang buka praktik di Soreang. Selain itu, sering pula berobat ke puskesmas terdekat. "Diagnosis awal pun sudah divonis menderita herpes zoster. Mungkin karena sekarang sedang heboh tomcat, jadi orang mengaitngaitkannya," tuturnya.

Herpes zoster jauh lebih berbahaya daripada penyakit yang disebabkan tomcat. Namun, tetap bisa disembuhkan selama penyakitnya diobati dan tidak melanggar anjuran dokter.

Herper zoster cenderung menyerang orang lanjut usia dan penderita penyakit imunosupresif (sistem imun lemah) seperti penderita leukemia, lupus, limfoma, sampai AIDS. Pada kulit, virus akan memperbanyak diri (multiplikasi) dan membentuk bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan mengembung pada daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut.

Menurut Achmad Kustijadi, herpes zoster ditularkan antarmanusia melalui kontak langsung. Salah satunya adalah transmisi melalui pernapasan sehingga virus tersebut dapat menjadi epidemik. "Faktor usia sangat berpengaruh besar terjangkitanya herpes zoster. Hal ini berkaitan adanya immunosenescence, yaitu penurunan sistem imun secara bertahap sebagai bagian dari proses penuaan," ujarnya.

Penurunan sel

Selain itu, hal ini juga terkait dengan penurunan jumlah sel yang terkait dalam imunitas melawan virus varicella-zoster pada usia tertentu. Penderita imunosupresi, seperti pasien HIV/AIDS yang mengalami penurunan CD4 sel-T akan berpeluang lebih besar menderita herpes zoster sebagai bagian dari infeksi oportunistik.

Diberitakan, pria renta ini mengalami gejala penyakit mirip pada orang yang terkena tomcat sudah hampir satu minggu. Terdapat benjolan-benjolan merah pada bagian perut dan punggungnya. Benjolan merah pada bagian punggungnya sudah melepuh dan kini lebih menyerupai bekas luka bakar.

Sempat juga dibawa ke dokter dan diberi obat, baik yang diminum maupun dalam bentuk powder, dan salep namun belum menunjukan tanda-tanda kesembuhan. Hingga kini pria yang hanya tinggal dengan anaknya tersebut, masih merasakan sakit yang luar biasa. (B.104)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6304