YPS Rangkul Penderita HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 26 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Equator, 26 Maret 2012

Pontianak - Seolah sudah biasa terjadi jika ditemukan seseorang diketahui menderita HIV/AIDS, korban langsung menghilang atau malah dikucilkan. Diperlukan pendampingan supaya penderitanya atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap semangat menjalani hidup.

“Mekanisme kita dalam mendampingi ODHA itu setelah menemukan kasus di rumah sakit. Kita komunikasi dengan konselor dan manajer kasus di rumah sakit. Nanti mereka yang akan menjembatani,” kata Erwin, Manajer Yayasan Pontianak Plus (YPP) kepada Equator, Rabu (21/3).

Mekanisme pendampingan, ada yang di rumah sakit dan juga di rumah.

YPP memiliki kepedulian terhadap para penderita HIV dengan memberikan pelayan terbaik. “Para ODHA ini tetap semangat dan terkena HIV tidak seperti dunia ini kiamat,” ujar Erwin.

Terkait pendampingan ini, kru yayasan juga memberikan bantuan psikolog. Para ODHA akan mendapatkan nasihat dan motivasi. Selain itu, ada juga Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).

“Jadi teman-teman yang sudah positif HIV langsung bisa kita rangkul dan dimasukkan dalam KDS. Di situ tempat mereka sering. Jadi mereka tidak sendiri,” jelas Erwin.

KDS tercatat sudah menangani di 7 kabupaten/kota se-Kalbar antara lain Kabupaten Pontianak, Sambas, Ketapang, Sintang, Sanggau, Kota Pontianak, dan Singkawang. “Kita dalam melakukan pendampingan ini memberikan berupa motivasi kepada teman-teman yang ODHA. Selain itu juga secara sosial bahkan keuangan dan nutrisi. Semua ini sudah kita kembangkan di KDS yang ada,” papar Erwin.

Dikatakan dia, setiap dua bulan sekali ada support dana untuk Forum Group Diskusi (FGD) sebagai tempat para ODHA bertukar pikiran, apa saja yang menjadi kendalanya apakah soal kesehatan, maupun terkait stigma yang masih ada di masyarakat. “Dengan demikian mereka bisa saling cerita dan curhat. Sehingga beban yang mereka hadapi juga bisa berkurang,” jelas Erwin.

YPS nantinya akan memperjuangkan agar para ODHA mendapatkan Jamkesmas/Jamkesda. Tentu hal ini bisa meringankan biaya berobat para ODHA terutama yang kurang mampu. (kie)

Sumber: http://www.equator-news.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6306