PSK Ukraina Pengidap AIDS Bakal Sambut Hooligans
Tanggal: Monday, 26 March 2012
Topik: Narkoba


JPNN.com, 26 Maret 2012

RIBUAN penggemar tim nasional sepak bola Inggris yang akan menyambangi Ukraina pada ajang Piala Eropa nanti tampaknya harus berhati-hati ketika ‘berwisata malam'. Sebab, satu dari lima Pekerja Seks Komersil (PSK) di negara bekas pecahan Uni Soviet itu diketahui mengidap HIV.

Biasanya selain mengerubungi pub atau kafe yang menyediakan bir dan minuman keras lainnya, para fans sepak bola Inggris yang biasa disebut ‘Hooligans’tersebut tidak jarang melakukan tindakan di luar kontrol.

Seperti diketahui, Piala Eropa -even kejuaraan sepak bola terbesar kedua setelah Piala Dunia- akan berlangsung mulai 8 Juni hingga 1 Juli mendatang. Pelaksanaannya berlangsung di dua negara, yaitu Polandia dan Ukraina. Timnas Inggris akan menjalani semua pertandingan mereka di fase penyisihan di Ukraina. Rekan satu grup laskar Saint George Cross -julukan Timnas Inggris- itu berada satu grup dengan Swedia, Perancis dan tuan rumah Ukraina pada babak penyisihan.

Harian The Sun edisi Senin (26/3) melaporkan, sebuah penyelidikan yang mereka lakukan mengindikasikan bahwa setidaknya satu di antara lima PSK yang mencari penghasilan di negara pecahan UniSoviet itu diketahui positif menderita HIV. Parahnya, mereka yang telah terjangkit virus yang belum ada obatnya tersebut tetap berencana mencari pelanggan saat pagelaran Euro Cup nanti. Tentunya, sambil merahasiakan penyakit yang mereka idap.

Seorang PSK penderita HIV berusia 24 tahun di kota Donetsk -yang akan menjadi lokasi pertandingan Inggris melawan Perancis dan tuan rumah Ukraina- mengaku tidak pernah terpikir untuk beralih profesi meski telah terjangkit virus mematikan tersebut. Wanita bernama Kate tersebut berkata sambil tertawa: “Para fans Inggris akan menjadikan saya seorang jutawan.” Kate mengatakan, dia tidak akan menaikkan tarif sekali kencan sebesar USD100. Namun Kate sangat yakin banyaknya warga Inggris yang datang ke Ukraina memungkinkannya mendapatkan penghasilan USD 1.100 per hari.

Artinya, setidaknya akan ada 11 pelanggan sehari. Kate juga berkeyakinan dirinya tidak akan menularkan penyakitnya karena selalu meminta pelanggannya menggunakan kondom. Gadis pirang yang terkena HIV sejak umur 19 tahun setelah berhubungan seks dengan pacarnya tanpa kondom tersebut mengatakan, dirinya tidak akan mengungkapkan penyakit yang dideritanya kepada para pelanggan. “Saya beruntung virus ini belum membuat saya sakit karena obat yang saya konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh saya bekerja cukup baik,” katanya seraya menambahkan, kalau Ukraina memiliki banyak PSK seperti dirinya.

Seorang pekerja seks penderita HIV lainnya, Anya, 21 tahun, yang malah mengaku sedang hamil tua malah akan tetap kembali menekuni profesinya pada bulan Juni nanti apabila bisa menemukan pengurus bayi untuk anaknya. Menurutnya, ramainya turis mancanegara saat pergelaran Piala Eropa nanti sama sekali tidak boleh disia-siakan.

Sementara PSK lain bernama Yana yang telah berumur 43 tahun menyatakan bahwa para penggemar timnas Inggris yang menginginkan wanita Ukraina tidak perlu khawatir. "HIV bukan lagi sebuah vonis mati seperti anggapan orang beberapa tahun lalu. Kami tidak akan menularkan penyakit kami pada siapa pun,” ucapnya.

Ukraina merupakan negara dengan tingkat infeksi HIV/AIDS tertinggi di Eropa. Sedikitnya 500.000 orang –lebih dari satu persen keseluruhan populasi yang berjumlah 46 juta- menderita penyakit tersebut. Berdasarkan perkiraan, lebih dari 17 persen pekerja seks di negara tersebut menderita HIV/AIDS.(ara/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6307