Pelajar Karimun antusias ikuti sosialisasi dampak pornografi
Tanggal: Tuesday, 27 March 2012
Topik: Narkoba


ANTARA News, 27 Maret 2012

Karimun, Kepri - Puluhan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau antusias mengikuti sosialisasi dampak pornografi dan bahaya HIV/AIDS.

Antusias pelajar yang berjumlah sekitar 90 orang itu tampak dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada empat narasumber dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, Senin.

Keempat narasumber yang menjadi pembicara dalam sosialisasi yang diselenggarakan Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sekretariat Kabupaten Karimun, itu antara lain, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Karimun Erwan Muharuddin, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Karimun Brigadir Uci Tiarmida, penyidik Satreskrim Briptu Sandi dan motivator Raja Zyrwansyah.

Umumnya, pelajar menanyakan tentang antisipasi dampak pornografi oleh pemerintah serta proses hukum terhadap para pelaku pornografi.

Seorang pelajar menanyakan proses hukum terhadap pelajar yang terlibat pornografi, termasuk juga mempertanyakan proses hukum terhadap aparat yang terlibat dalam pornografi maupun pelecehan seksual.

Uci Tiarmida selaku narasumber menyambut positif antusiasme pelajar untuk mengetahui lebih jauh tentang dampak pornografi.

"Pornografi adalah tindak kejahatan asusila yang dilakukan dalam berbagai bentuk, baik gambar, audio, kartun dan lainnya. Proses hukumnya tidak ada bedanya antara masyarakat biasa dengan polisi. Jika pelakunya anak-anak maka mendapat perlakuan berbeda dibandingkan orang dewasa," ucapnya.

Raja Zyrwansyah mengatakan upaya mencegah mewabahnya pornografi di kalangan pelajar sangat ditentukan oleh pelajar itu sendiri, bimbingan orang tua dan pengaruh lingkungan.

"Media penyebaran pornografi seperti internet atau yang lain hanya benda mati. Tergantung kepada pelajar agar tidak mengaksesnya dengan didorong pemahaman bahwa pornografi bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat," ucapnya.

Erwan Muharuddin mengatakan, pelajar dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS dengan cara tidak melakukan tiga hal, tidak melakukan seks bebas, menghindari narkoba dan mengembangkan kreativitas diri.

"Hingga saat ini belum ada obat yang dapat membunuh virus HIV, yang ada hanya obat untuk menghambat laju perkembangbiakan virus itu didalam tubuh atau melokalisirnya agar tidak menyerang kekebalan tubuh," ucapnya.

Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setkab Karimun Misra Hayati mengatakan sosialisasi dampak pornografi dan bahaya HIV/AIDS bagi pelajar merupakan salah satu upaya agar generasi muda tidak terjebak dalam pergaulan bebas.

"Kami berharap pelajar memahami bahwa pornografi dan HIV/AIDS dapat merusak masa depan," ucapnya.

Sumber: http://www.antaranews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6313