JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN Jamsostek Sosialisasikan Manfaat Tambahan
Tanggal: Wednesday, 28 March 2012
Topik: Narkoba


Suara Karya, 28 Maret 2012

JAKARTA: PT Jamsostek (Persero) terus menyosialisasikan manfaat tambahan program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) kepada perusahaan/pekerja serta penyedia layanan kesehatan (rumah sakit/klinik) dan dokter. Sosialisasi itu sudah dilakukan di sejumlah daerah.

"Kemarin secara serentak kita melakukan sosialisasi di Makassar, Malang, dan Medan. Sosialisasi itu dilakuan untuk memberi pemahaman kepada pemangku kepentingan, khususnya perusahaan/pekerja dan RS/klinik atau dokter. Kita juga melakukan sosialisasi untuk kalangan internal Jamsostek, seperti yang dilakukan di Medan. Tujuannya agar karyawan Jamsostek juga memahami pelaksanaan manfaat tambahan ini," kata Direktur Pelayanan Jamsostek Djoko Sungkono ketika dihubungi di Jakarta, Senin (26/3) malam.

Perluasan manfaat program JPK mencakup layanan cuci darah, pengobatan HIV/AIDS, jantung, kanker, dan pemeriksaan kesehatan (medical check up) gratis untuk peserta berusia di atas 40 tahun. Tidak hanya itu, Jamsostek juga memfasilitasi proses sertifikasi serta pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K-3) bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia, Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi), serta dinas ketenagakerjaan di daerah.

"Pelatihan K-3 ini untuk menekan angka kecelakaan hingga seminimal mungkin. Kami berharap makin banyak perusahaan yang berpredikat zero accident (kecelakaan nihil)," tutur Djoko.

Sosialisasi perluasan manfaat (manfaat tambahan) program JPK ini bertujuan untuk menyambut universal coverage program jaminan kesehatan yang akan dimulai pada 1 Januari 2014. Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS), jaminan kesehatan akan dilaksanakan untuk seluruh rakyat Indonesia dan dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan.

Sebelumnya sosialisasi manfaat tambahan sudah dilakukan di Batam dan Ungaran (Jawa Tengah), dan akan dilanjutkan di wilayah Kalimantan. Rata-rata peserta yang mendapat manfaat tambahan JPK pada suatu kegiatan mencapai 100 hingga 300 orang. Pada 2012 ini, Jamsostek merencanakan mengalokasikan dana sekitar Rp 1 triliun untuk manfaat tambahan JPK dan program jaminan sosial lainnya. Dana ini berasal dari penyisihan keuntungan sebesar Rp 1,5 triliun dan hanya menunggu persetujuan pemegang saham dan akan ditetapkan pada rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Juni 2012. (Andrian)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6317