Dokter Palestina terima ganti rugi
Tanggal: Thursday, 29 March 2012
Topik: Narkoba


detikNews, 28 Maret 2012

Pengacara dokter Palestina meminta Belanda untuk menekan Libia membanyar kompensasi.

Pengadilan di Belanda memerintahkan pemberian ganti rugi sebesar US$1,3 juta atau kira-kira Rp11,8 miliar kepada seorang dokter Palestina yang mendekam di penjara Libia selama delapan tahun, karena dituduh menginfeksi lebih dari 400 anak-anak dengan virus AIDS.

Dokter asal Palestina, Ashraf al-Hazouz, dipenjara dan disiksa bersama lima perawat asal Bulgaria karena dituduh menginfeksi anak-anak.

Kepastian pemberikan kompensasi disampaikan oleh pengacaranya di Belanda, Liesbeth Zegveld.

"Dia belum memegang uangnya sekarang tetapi keputusan ini merupakan langkah penting menuju ganti rugi," kata Zegveld seperti dikutip kantor berita AP, Selasa malam waktu Belanda (27/3).

Libia membayar

Zegveld mengatakan sekarang Belanda dan Uni Eropa harus menekan pemerintah Libia untuk memberikan ganti rugi.

Dokter Ashraf al-Hazouz, yang kini menetap di Belanda, menuntut 12 pegawai negeri sipil Libia atas keterlibatan mereka dalam penyiksaan terhadap dirinya selama di penjara.

Dia melayangkan gugatan atas dasar yurisdiksi universal yang memungkinkan pengadilan Belanda menggelar sidang di manapun tempat dugaan kejahatan berlangsung.

Namun menurut Zegveld, tak satupun dari mereka hadir dalam sidang di Belanda dan kemungkinan besar tidak bersedia atau tidak mampu membayar ganti rugi.

Dengan begitu yang paling mungkin membayar adalah negara Libia.

Wartawan BBC di Den Haque Anna Holligan melaporkan Ashraf al-Hazouz dan lima perawat Bulgaria diberi pengampunan dan dibebaskan oleh pemerintahan almarhum Kolonel Gaddafi pada 2007.

Keenam tenaga medis tersebut dipenjara pada 1999 setelah 56 anak-anak meninggal dunia di satu rumah sakit Benghazi.

Setelah dibebaskan, mereka mengaku mengalami penyiksaan keji di penjara dan dipaksa mengakui perbuatan mereka.

(bbc/bbc)

Sumber: http://news.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6322