Pemerintah Serius Capai Delapan Tujuan MDGs
Tanggal: Thursday, 29 March 2012
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 29 Maret 2012

Padang — Pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap pencapaian delapan tujuan millennium development goals (MDGs) atau tujuan pembangunan milenium. Keseriusan itu diimplementasikan dengan mengintegrasikannya dalam program-program daerah sesuai acuan program pembangunan nasional. Diharapkan, tahun 2015 mendatang, keseluruhan tujuan MDGs itu bisa dicapai sesuai target.

Kedelapan tujuan itu; menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; mencapai pendidikan dasar untuk semua; mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; menurunkan angka kematian anak; meningkatkan kesehatan ibu; memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya; memastikan kelestarian lingkungan hidup dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.

Kedelapan tujuan pembangunan milenium itu dideklarasikan pada Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, September 2000 lalu. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah resolusi majelis umum PBB Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000, (A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals).

Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan. Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global.

Setiap tujuan MDGs menetapkan satu atau lebih target, serta masing-masing indikator akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya hingga tahun 2015. Secara global, ditetapkan 18 target dan 48 indikator. Namun, implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara.

Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan negara maju. Negara-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya, termasuk salah satunya Indonesia di mana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs.

Indonesia sebagai salah satu negara yang menandatangani MDGs, juga berkomitmen mewujudkan delapan tujuan tersebut sebagai perwujudan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kualitas hidup lebih baik. Secara nasional, komitmen tersebut dituangkan dalam berbagai dokumen perencanaan nasional, antara lain dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004–2009. Lalu, dipertegas pada RPJMN 2010-2014 dan Inpres No 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Berkeadilan.

Dari delapan tujuan MDGs yang akan dicapai, bidang kesehatan memiliki kewenangan menangani poin 1, 4, 5, 6 dan 7. Untuk MDGs pertama, mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya, melihat kecenderungan sejak 1990 target yang akan dicapai tahun 2015 bisa tercapai. Untuk tujuan MDGs 4 yaitu menurunkan angka kematian anak sejak tahun 1990, saat ini telah dicapai proporsi balita yang meninggal kurang dari separuh angka tahun 1990. Pada 2007, angka kematian anak sekitar 44 per 1.000 kelahiran hidup. MDGs menargetkan pengurangan angka kematian anak 2015 adalah 32 per 1.000 kelahiran hidup.

Soal tujuan MDGs kelima yakni; meningkatkan kesehatan ibu, sejak 1990 terjadi penurunan yaitu dari 390 menjadi sekitar 307 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2000. Target MDGs 2015 adalah sekitar 110 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk mencegah terjadinya kematian ibu, di antaranya adalah persalinan yang aman bagi ibu yaitu persalianan yang dibantu tenaga persalinan terlatih. Tahun 2007, proporsi persalinan yang dibantu tenaga persalinan terlatih adalah 73 persen.

Soal tujuan keenam MDGs yakini, penanganan berbagai penyakit menular berbahaya yaitu HIV, TBC, malaria dan penyakit menular lainnya, prevalensi HIV-AIDS nasional saat ini adalah 5,6 per 100.000 orang. Namun, tidak ada indikasi laju penyebaran HIV-AIDS terhenti.

Meskipun hambatan dan tantangan pencapaian tujuan tersebut cukup banyak, namun berbagai prestasi pembangunan diketahui telah melampaui target MDGs. Namun tidak dapat dipungkiri, terdapat beberapa capaian yang masih memprihatinkan. Antara lain; peningkatan pelayanan air bersih, kesehatan lingkungan dan pemukiman kumuh, tingginya angka kematian ibu, serta semakin meningkatnya prevalensi kasus penyakit menular seperti HIV/AIDS, diperkirakan target-target baru dapat dicapai 2020 atau mungkin lebih.

Percepatan pencapaian target MDGs merupakan amanah dari Inpres No 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Nasional 2010, dan Inpres No 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Berkeadilan.

Pemerintah sendiri memandang bahwa pencapaian tujuan MDGs sampai 2010 belum optimal. Beberapa capaian target MDGs stagnan, bahkan menunjukkan kinerja menurun. Percepatan pencapaian MDGs di tingkat nasional tertuang dalam peta jalan percepatan pencapaian tujuan pembangunan millenium di Indonesia. Sementara itu, di tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota) perlu dituangkan dalam rencana aksi daerah (RAD) percepatan pencapaian tujuan pembangunan millenium.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, untuk tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota), perlu dituangkan dalam RAD percepatan pencapaian tujuan pembangunan millenium. Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. ”Pencapaian tujuan dan target tersebut, bukanlah semata-mata tugas pemerintah. Tetapi, tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga, pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat,” kata Irwan Prayitno. (adv)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6324