Margaret Chan, di Garis Depan Lawan Flu Babi
Tanggal: Tuesday, 03 April 2012
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 30 Maret 2012

MARGARET CHAN sebagai Direktur WHO gigih memerangi virus dan wabah internasional dan memperjuangkan perbaikan dari semua penyakit.

Perempuan 64 tahun itu berada di garis depan berperang melawan flu babi, SARS dan flu burung. Saat ini ia dikatakan pejabat publik terkuat di bidang kesehatan.

Awalnya Margaret adalah guru yang dilatih sebagai dokter di Kanada sebelum kembali ke Hong Kong untuk bekerja di departemen kesehatan. Setelah awalnya mencoba meyakinkan orang tentang keamanan mengonsumsi ayam, kemudian ia memerintahkan pemusnahan 1,5 juta bebek dan ayam sebagai upaya untuk menghentikan virus. Selain memerangi virus internasional ia berusaha meningkatkan kesehatan ibu, perawatan HIV dan AIDS, malaria dan semua penyakit yang mendesak.

Pada Juni 2009, Margaret menjadi perempuan pertama WHO dalam 41 tahun yang mengumumkan pandemi flu babi di seluruh dunia ketika menyapu seluruh dunia. Namun Dewan Eropa menuduh WHO mempertaruhkan kepercayaan publik dengan melebih-lebihkan bahaya pandemi flu dalam draft laporan.

Nama Margaret Chan mendunia setelah wabah flu burung H5N1 tahun 1997 dan wabah SARS di Hong Kong. Saat wabah SARS melanda menyebabkan 299 kematian dan menarik kecaman keras dari Dewan Legislatif Hongkong. Di sisi lain komite SARS berpendapat bahwa kesalahan bukan pada Chan, namun karena struktur sistem perawatan kesehatan Hongkong dimana terjadi pemisahan otoritas rumah sakit dari otoritas kesehatan masyarakat.

Petugas medis

Margaret Chan pada awalnya dilatih sebagai guru Home Economics di Northcote College of Education di Hong Kong. Tahun 1973 ia kemudian meraih gelar B.A. Dan gelar MD didapatnya di University of Western Ontario pada tahun 1977. Untuk gelar MSc (Public Health) ditempuh di National University of Singapore pada tahun 1985. Pada tahun 1997, Chan menjalankan Fellowship of the Faculty of Public Health Medicine of the Royal College of Physicians of the United Kingdom dan ditunjuk sebagai Officer of the Order of the British Empire oleh Queen Elizabeth II.

Pada November 1989 Chan dipromosikan menjadi Assistant Director of the Department of Health (Hong Kong). Lima tahun kemudian Chan menjadi perempuan pertama di Hongkong untuk memimpin Department of Health. Bulan Agustus 2003 ia meninggalkan pemerintah Hong Kong setelah 25 tahun mengabdi untuk bergabung dengan WHO.(guardian/*/OL-06)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6328