Stefe Osok: Jika Tak Mau Pakai Kondom Jangan Dilayani
Tanggal: Tuesday, 10 April 2012
Topik: Narkoba


Cenderawasih Pos, 09 April 2012

MERAUKE - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang juga Wakil Ketua Harian KPA Kabupaten Merauke dr Stefanus Osok, minta para PSK Lokalisasi Yobar maupun pramuria yang ada di bar-bar dan panti pijat agar punya satu prinsip, yakni jika tamu susah dibujuk untuk pakai kondom agar tidak dilayani.

‘’Harus punya prinsip susah bujuk. Kalau tidak mau pakai kondom jangan dilayani,’’ kata Stefanus Osok didepan mami dan papi chief serta penghuni Lokalisasi Yobar pada acara pertemuan, Sabtu (7/4).

Menurut Stefanus Osok, penggunakan kondom tersebut memiliki tujuan agar orang lain tidak tertular penyakit menular seksual. Disamping itu, para PSK dan pramuria terlindung dari penyakit. ‘’Kalau menggunakan kondom secara konsekuen dan konsisten, maka penyakit menular tidak akan tertular kepada orang lain dan saudara sendiri terlindung terhadap penyakit,’’ katanya.

Selain itu, jelasnya, tujuan lain dari penggunakan kondom adalah bagaimana untuk memutuskan mata rantai dari penyakit menular seksual tersebut baik IMS dan HIV-AIDS. Sebab, jika tidak menggunakan pengaman atau kondom, maka sudah dipastikan lokalisasi akan menjadi sumber dari penyakit menular seksual tersebut. ‘’Lokalisasi ini harus menjadi contoh bagi masyarakat dimana penghuninya berperan aktif dalam penanggulangan HIV-AIDS,’’ katanya.

Dikatakan, pemerintah daerah melalui KPA sangat serius menangani HIV-AIDS melalui berbagai program, dimana program tersebut tidak hanya diarahkan bagi lokalisasi tapi untuk semua. Karena masalah HIV-AIDS, sudah menjadi masalah semua masyarakat Merauke bahkan dunia.

‘’Memang masih ada pendapat seakan-akan hanya bagi penghuni lokalisasi yang menjadi target dari program ini. Saya katakan tidak. program ini kita lakukan semua. Kebutulan Lokalisasi Yobar merupakan kategori kelompok yang beresiko tinggi, tapi sasaran kita semua masyarakat. Justru persoalan kita yang paling utama saat sekarang ini kepada masyarakat luas. Karena penularan HIV-AIDS tersebut kini lebih banyak ditengah masyarakat. karena banyak transaksi seks di dalam kota yang diluar jangkauankita,’’ paparnya.

Wisma Bunga Dahlia 2 Yobar Diberi Penilaian, Buruk

MERAUKE - Karena dianggap buruk, Wisma Bunga Dahlia 2 Lokalisasi Yobar-Merauke diberikan hadiah berupa dildo penis. Hadiah berupa dildo penis tersebut diserahkan Wakil Ketua Harian KPA Merauke dr Stefanus Osok yang juga Kadis Kesehatan Kabupaten Merauke, pada penyerahan hadiah atas hasil penilaian terhadap wisma lokalisasi Yobar berlangsung, Sabtu (7/4).

Sedangkan terpilih sebagai yang terbaik, Wisma Jaya Kusuma dengan hadiah berupa 1 kipas angin duduk diserahkan Sekretaris KPA Merauke Heni Astuti Suparman, SH.

Ketua Dewan Juri, yang juga Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) RSUD Merauke dr Silvia Inge, menjelaskan, penilaian wisma terburuk adalah wisma yang penghuninya banyak ditemukan Inpeksi Menular Seksual (IMS) yang membuktikan bahwa PSK yang ada di wisma tersebut tidak menggunakan kondom saat melakukan transaksi dengan pasangannya. Penilaian tersebut, lanjut dr Silvia Inge, akan dilakukan 2 bulan sekali.

Penyerahan hadiah dildo tersebut langsung mendapat reaksi dari Ketua RT Lokalisasi Yobar, Udin. Menurut Udin, dengan hadiah tersebut, akan membuat lokalisasi Yobar akan sepi. ‘’Mungkin banyak yang mengira, mereka yang di dalam ini uang banyak. Padahal, banyak diantara mereka ini dalam 1 minggu belum tentu dapat orderan,’’ katanya. (ulo)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6359