4.000 Warga Makassar Penderita HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 11 April 2012
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 10 April 2012

MAKASSAR - Sampai dengan Desember 2011, penderita HIV/AIDS di Makassar mencapai 4.219 orang. Rinciannya, HIV 3.018 orang dan AIDS 1.201 penderita.

Pengelola Program Gay, Waria, Seks Laki-laki KPA Kota Makassar, Tengku Rodham memaparkan data ini dalam rapat kordinasi di ruang kerja Wakil Wali Kota Makassar, Selasa (10/4/2012).

Lebih lanjut, Tengku mengatakan, saat ini pengguna narkoba jarum suntik di Makassar mencapai angka 1.249, Wanita Penjaja Seks (WPS) berjumlah 3.083, waria sebanyak 895, LSL sebanyak 1.277.

Tengku menjelaskan bahwa para gay, waria serta LSL ini umumnya banyak tersebar disejumlah tempat seperti salon, panti pijat, warung jalanan, bengkel, rumah kost serta warnet.

"Kami juga menemukan puluhan waria kerap melakukan transaksi seks di sekitar Pantai Losari, kampus, mall, serta diskotik," ujar Tengku.

Hadir dalam rapat kordinasi ini diantaranya, Ketua harian KPA Kota Makassar, Supomo Guntur, Kadis Kesehatan Kota Makassar, dr Naisyah T Azikin, Kadis Sosial Kota Makassar, Burhanuddin, Asisten kota Makassar, Ruslan Abu, Sekertaris KPA kota Makassar, Ali Ahmad, Yusdalia, Supervisor Pemutusan HIV Melalui Transmisi Seksual KPA Kota Makassar, serta sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkot Makassar.

Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur yang juga merupakan Ketua Harian KPA Kota Makassar meminta kepada semua pimpinan SKPD yang terkait untuk lebih memberikan perhatian terhadap bahaya HIV/AIDS yang sudah semakin mengancam kota Makassar.

"Kedepan anggaran untuk penaggulangan HIV AIDS harus lebih di maksimalkan disetiap SKPD terkait. Urusan ini bukan main-main, masalahnya sudah sangat mendesak, kurangi dulu studi banding," tegas Supomo.

Ketua Partai Golkar Kota Makassar ini menjelaskan bahwa para relawan yang bertugas dilapangan harus mendapat perhatian karena merekalah salah satu garda depan yang bersentuhan dengan para penderita.

"Mereka juga punya perut dan leher, jadi relawan ini jangan dilupakan. Oleh karena itu, para SKPD terkait lebih mengintensifkan penganggaran terhadap masalah pelik ini. Kita harus perketat kordinasi, minimal ada pertemuan satu kali dalam satu bulan," ujar Supomo.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6362