Bank Dunia akan putuskan presiden baru pada Senin
Tanggal: Thursday, 12 April 2012
Topik: Narkoba


ANTARA News, 12 April 2012

Washington - Bank Dunia akan bertemu untuk memutuskan satu dari tiga calon menjadi presiden ke-12, setelah kampanye bersejarah memperlihatkan tantangan serius pertama untuk kepemimpinan AS pada lembaga tersebut.

Menurut sebuah sumber dekat proses pengambilan keputusan, dewan Bank Dunia akan bersidang pada Senin untuk memilih di antara calon Amerika Jim Yong Kim dan dua kandidat yang mewujudkan tuntutan negara-negara berkembang untuk memiliki suara lebih besar dalam tata kelola global.

Meskipun Kim tetap kemungkinan difavoritkan untuk menang, menteri keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala dan mantan menteri keuangan Kolombia Jose Antonio Ocampo telah mengubah apa yang biasanya penobatan AS, ke dalam sebuah pertempuran yang terlatih dan berpengalaman dari suksesi.

Berkat perjanjian diam-diam, Amerika Serikat, pemangku kepentingan terbesar Bank, selalu dipilih sebagai pemimpinnya, dengan dukungan dari Eropa, yang pada gilirannya mencalonkan kepala Dana Moneter Internasional.

Menteri keuangan Nigeria Okonjo-Iweala dan mantan menteri keuangan Kolombia Ocampo, dihormati secara luas, telah menyuarakan tuntutan dari Afrika, Asia dan Amerika Latin, bahwa pengaturan tersebut harus diakhiri.

Presiden Barack Obama dan pemerintahannya telah mendorong kembali pencalonan Kim.

Seorang dokter AS kelahiran Korea, sedang dalam serangan daya tarik global.

Dalam pernyataan wawancara kepada dewan direksi pada Rabu, Kim berjanji untuk membawa telingaa mendengarkan dan objektivitas pada posnya.

Sebagai kepala Bank Dunia, presiden memainkan peran penting menjalankan organisasi yang membagi-bagikan 57,3 miliar dolar AS pada tahun lalu dan memiliki lebih dari 9.000 karyawan di seluruh dunia.

"Jika saya dipercayakan dengan tanggung jawab memimpin lembaga ini, Anda akan menemukan dalam diri saya seseorang yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit tentang status quo dan tidak takut untuk menentang ortodoksi yang ada," katanya.

Seorang dokter lulusan Harvard dan antropolog, Kim, 52 tahun, adalah mantan direktur departemen HIV/AIDS di Organisasi Kesehatan Dunia. Dia menjadi presiden dari perguruan tinggi Ivy League Dartmouth, di New Hampshire, pada Juli 2009.

"Anda juga akan menemukan seseorang tertarik untuk mendengarkan -- kepada Dewan, kepada klien kami, kepada staf baik di sini maupun di lapangan dan kepada pemangku kepentingan (stakeholder) di sektor swasta dan masyarakat sipil." (A026/A011)

Sumber: http://www.antaranews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6369