338 Warga Kota Kupang Mengidap HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 23 April 2012
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 20 April 2012

Kupang – Jumlah warga Kota Kupang yang menderita HIV/AIDS selama sebulan terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni dari 334 kasus menjadi 338 kasus atau bertambah empat kasus.

Hal ini diungkapkan, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Kupang, Bastian Benufinit di Kupang, Kamis (19/4) kemarin.

“Dari jumlah 338 itu, untuk HIV tercatat 254 kasus dan Aids 84 kasus,” jelasnya.

Warga yang menderita HIV/AIDS tersebut, kata dia, tersebar di 51 kelurahan di Kota Kupang dengan jumlah bervariasi.

“Dan dari jumlah kasus tersebut, jumlah pengidap atau orang dengan HIV/AIDS (Odha) yang sudah mendapat layanan obat anti retroviral (ARV) dari pusat layanan VCT yang tersedia di daerah ini berjumlah 96 orang,” ujarnya.

Pemberian obat ARV tersebut, kata dia, tidak kepada semua kasus dan pengidap, namun hanya diperuntukan bagi pengidap yang sudah masuk dalam tingkatan kritis.

“Kondisi penderita HIV/AIDS saat ini di Kota Kupang, sudah sangat mengkhawatirkan, karena bukan tidak mungkin akan terus meningkat seiring dengan perkembangan dan perjalanan waktu yang ada,” ujarnya.

Menghadapi persoalan itu, kata dia, Pemerintah Kota Kupang terus berupaya melakukan sosialisasi untuk melindungi masyarakat lainnya agar tetap menjaga pola hidup sehat tanpa mengganti pasangan.

“Selain itu, kepada kelompok masyarakat yang rentan HIV/AIDS, diharapkan untuk terus melakukan pemeriksaan rutin ke setiap klinik VCT yang ada, untuk mengetahui perkembangan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu, sehingga bisa mendapatkan penanganan medis sejak awal,” harapnya

Saat ini kata dia, di Kota Kupang telah memiliki empat klinik VCT yang disediakan oleh Pemerintah Kota Kupang. Hal itu kata dia, merupakan bagian dari komitmen pemerintah menangani penyebaran penyakit akibat virus yang hingga kini belum ada obatnya itu.

Dan, keempat klinik VCT tersebut, masing-masing berada di RSU WZ Johannes Kupang, RS Bhayangkara, RS Tentara Wirasakti, serta Yayasan Peduli HIV/Aids Tanpa Batas Kupang.

Pelayanan kepada penderita di klinik tersebut dilakukan secara gratis dan tanpa dipungut biaya sepeser pun dan sangat rahasia.

“ Kita harapkan agar ODHA dan kelompok masyarakat rentan HIV/AIDS, tidak ragu-ragu untuk melakukan pemeriksaan secara suka rela ke klinik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr.Ary Wijana yang ditemui secara terpisah mengatakan, Pemerintah Kota Kupang tengah berupaya untuk mendekatkan layanan pemeriksaan VCT ke setiap kelurahan, melalui puskesmas atau puskesmas pembantu.

Menurut dia, hal itu dimaksudkan agar mempermudah ODHA dan kelompok masyarakat rentan HIV/AIDS, melakukan pemeriksaan.

"Pemerintah berupaya menjemput bola dengan mendekat layanan VCT kepada masyarakat, sehingga, dengan begitu, upaya dan target pemerintah dan bangsa ini untuk menekan jumlah penyebaran HIV/Aids di daerah ini bisa tercapai. Diharapkan juga kesadaran dan pola hidup masyarakat untuk mencapai tujuan ini," katanya. [gus]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6381