Faktor Kemiskinan Jadi Faktor Utama Maraknya Trafficking
Tanggal: Monday, 23 April 2012
Topik: Narkoba


suarasurabaya.net, 21 April 2012

Perdagangan manusia atau human trafficking dapat dikurangi dengan melakukan pembinaan terhadap keluarga. Jika kemiskinan masih ada maka trafficking juga akan tetap ada.

Vera dari Yayasan Abdi Asih yang merupakan yayasan yang bergerak mengurusi masalah HIV/AIDS dan trafficking pada Suara Suara Surabaya, Sabtu (21/4/2012) mengatakan, anak usia 15 - 18 tahun sudah melacurkan diri karena diharuskan oleh keluarganya. Kebanyakan keluarga tidak sadar jika mereka telah menjual anaknya karena didorong keadaan ekonomi mereka yang memang kurang.

Faktor utama memang berkaitan dengan ekonomi, keinginan mereka untuk hidup layak seperti orang lain dan tidak ingin direndahkan orang lain.

Tahun kemarin tercatat ada sekitar 53 anak yang menjadi korban trafficking. Yayasan Abdi Asih terus mendampingi mereka selama setahun karena masalah trafficking tidak bisa selesai begitu saja. Terdapat kasus anak sekolah banyak yang hamil karena mereka harus “menjual diri”. Jika banyak orang yang akan menarik trafficking maka harus dipikirkan juga nasib mereka ke depannya nanti seperti apa.

Sementara itu, pelacuran anak laki – laki juga mulai marak di Surabaya. Terdapat kasus bahwa mereka terdesak karena harus membeli obat untuk ibunya atau tidak adanya biaya untuk sekolah. Pemerintah juga harus melihat ini karena konsumennya juga orang Surabaya sendiri.

Dari tahun 1987, lebih membina ibunya dengan cara membuat makanan untuk menghindari penjualan anak. Tidak ada yang tahu mereka mereka menjual anak-anaknya. Di desa-desa banyak aparat yang bisa meningkatkan atau manipulasi usia. Kebanyakan korban masih berusia 14-15 tahun untuk perempuan, dan 14-17 untuk laki-laki.(dwi/ipg)

Sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6384