Banyak Penderita HIV Tak Sadar Telah Terjangkit
Tanggal: Monday, 23 April 2012
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 22 April 2012

MAJALENGKA - Banyak penderita HIV/AIDS di wilayah Majelangka tidak sadar telah terjagkit penyakit berbahaya tersebut. Hal itu diakui Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka, Munadjat Subiyantara di Majalengka, Minggu.

“Karena tidak sadar telah terjangkit HIV/AIDS mereka melakukan hubungan badan dengan isterinya tanpa alat pelindung. Maka saat itulah penyebaran virus terjadi. Mereka baru akan menyadari setelah kekebalan tubuhnya terus menurun dan dilakukan pemeriksaan ulang oleh pihak medis serta memberitahukan penyakit yang dideritanya,” ungkapnya.

Selama ini banyak penderita yang tidak mengetahui dirinya mengidap HIV, karena pemeriksaan dilakukan secara umum guna mengatahui jumlah penderita. Selain itu hasil pemeriksaan selalu dirahasikana guna menghindari beban psikologis dan khawatir penderita diasingkan oleh keluarganya ataupun oleh masyarakat umum.

Di wilayah Majalengka penderita HIV/AIDS masih sangat ditakuti oleh masyarakat umum sehingga jika diketahui maka masyarakat akan berupaya menjauhinya, kondisi tersebut akibat ketidak pahaman masyarakat akan penyebaran penyakit tersebut.

“Dinas Kesehatan sebetulnya setiap tahun juga melakukan pemeriksaan ke tiap lokasi prostitusi serta wilayah-wilayah yang rentan penyebaran virus HIV/AIDS hanya saha hasilnya tikda pernah kita umumkan secara jelas apalagi diberitahukan kepada penderitanya,” ungkap sumber di Dinas Kesehatan.

Guna mencegah penyebaran virus, semua masyarakat dihimbau tidak melakukan hubungan seksual dengan orang lain di luar istrinya atau jika belum menikah disarankan untuk segera menikah atau berupaya menggunakan alat pelindung.

“Beberapa penderita di antaranya memang menjangkit pria yang belum beristri, penyebarannya dimungkinkan akibat hubungan badan dengan penderita, atau mungkin juga ditularkan dari jarum suntik akibat yang bersangkutan pernah menjadi pengguna narkoba,” ungkapnya lagi.

"Data menunjukkan bahwa tiga tahun terakhir ditemukan kasus HIV/AIDS yang signifikan. Kasus HIV/AIDS hampir setengahnya menerpa usia produktif dan pelajar. Generasi muda yang rawan terinfeksi harus dibina dimana mereka merupakan usia seksual aktif, minimnya pengetahuan HIV/AIDS, serta sebagai infiltrasi budaya asing (seks bebas)," ungkap Bupati. (C-28/A-26).***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6389