Waspada, Meningitis Saat Travelling
Tanggal: Tuesday, 24 April 2012
Topik: Narkoba


okeHealth, 23 April 2012

DEMI menjaga kesehatan, saat travelling baiknya tidak hanya asyik memikirkan tempat wisata yang akan dikunjungi, tapi juga penyakit apa yang siap mengancam di kawasan tersebut. Salah satunya, meningitis. Meningitis adalah penyakit radang pada selaput otak. Penyakit ini termasuk salah satu yang harus diwaspadai karena tergolong penyakit menular berbahaya, yang biasa di bawa dari daerah pandeminya, terutama Arab Saudi dan wilayah Afrika. Karenanya, pastikan Anda telah melaksanakan vaksinasi sebelum beranjak pergi ke daerah pandemi.

Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri, atau jamur yang menyebar masuk dalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak.

Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya, akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik.

Namun, meningitis disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius. Misalnya, kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Sedangkan meningitis disebabkan oleh jamur sangat jarang. Jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan imun atau daya tahan tubuh, seperti pada penderita AIDS.

Pasien yang diduga mengalami meningitis harus dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan virus, bakteri, ataupun jamur. Hal ini diperlukan spesifikasi pengobatan karena masing-masing mendapatkan terapi sesuai penyebabnya.

Dari ketiga jenis meningitis berdasarkan penyebabnya, tentu yang paling diwaspadai tergolong berbahaya, yakni meningitis yang disebabkan bakteri.

Meningitis yang disebabkan bakteri disebut meningitis meningokokus, yaitu meningitis yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Meningitidis (atau meningokokus).

Meningokokus merupakan penyakit yang mengancam nyawa dan menyerang secara tiba-tiba. Penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya meningitis bakterial, suatu infeksi dari membran atau selaput sekeliling otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit meningokokus memburuk dengan cepat sekali dan dapat membawa kepada kematian dalam waktu 24 hingga 48 jam semenjak gejala-gejala pertama timbul.

Adapun gejalanya berupa demam, muntah-muntah, leher kaku dan sakit, kejang-kejang hingga kehilangan kesadaran.

Indonesia bukan merupakan wilayah pandemi penyakit meningitis, tetapi masyarakat Indonesia berpotensi menjadi carrier atau pembawa penyakit ini bila melakukan perjalanan ke wilayah pandemi.

"Walaupun Indonesia bukan merupakan salah satu negara endemis untuk penyakit meningokokus, tetapi berpotensi menjadi carrier," tutur Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FACP, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI-IDI dan Wakil Ketua Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dalam seminar media "Lindungi Bangsa, Cegah Meningitis: Upaya Peningkatan Akses Ketersediaan Vaksin Meningitis", Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (23/4/2012).

Salah satu cara menghindari meningitis adalah menjalankan vaksinasi.

"Tidak hanya jemaah haji. Bagi yang ingin umroh, bahkan wartawan yang akan meliput, atau hanya sekadar ingin travelling ke daerah pandemi, jangan mau mendapatkan surat telah diimunisasi padahal belum. Karena surat tersebut tidak melindungi dari penyakit menular," jelas Dr. dr. Julitasari Sundoro, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional. (tty)

Sumber: http://health.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6393