3000 Bayi Terlahir dengan HIV Setiap Tahun
Tanggal: Tuesday, 01 May 2012
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 30 April 2012

PEKALONGAN - Pola penularan HIV/AIDS mengalami pergeseran. Saat ini, pola penularan HIV/AIDS dari suami ke istri dan penurunan penyakit dari ibu ke bayi. Di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 3.000 bayi terlahir dengan HIV akibat penurunan penyakit dari ibu ke bayi tersebut. Hal ini menyebabkan tantangan penanggulangan HIV/AIDS semakin berat.

Staf Seksi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Sri Anerusi menjelaskan, terjadi pergeseran pola penularan HIV/AIDS sejak pertama kali muncul epidemi HIV/AIDS di Indonesia pada 1987. Menurutnya, pada gelombang pertama, yakni medio 1987-1997, penularan HIV/AIDS terbanyak disebabkan oleh hubungan sesama jenis laki-laki (homo).

Pada gelombang kedua, medio 1997-2007, penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik yang digunakan secara bersama-sama oleh pengguna narkoba suntik (penasun). Sementara pada gelombang ketiga, medio 2007 sampai sekarang, penularan HIV/AIDS telah bergesar pada hubungan heteroseksual dan penurunan penyakit dari ibu ke bayi.

"Penularan dari suami yang suka ‘jajan’ kepada istri, dan penularan dari ibu ke bayi yang dikandungnya," terang Anerusi pada Sosialisasi HIV/AIDS bagi tokoh Masyarakat dan Pemuda di Gedung PKK Kota Pekalongan, Senin (30/4). Menurut dia, perempuan yang aktif secara seksual dan telah menikah serta bayi mempunyai posisi yang rentan HIV. Setiap tahun, kata dia, diperkirakan ada 3.000 bayi yang lahir dengan HIV. Sementara itu, setiap hari, terdapat 1.400 anak usia kurang dari 15 tahun meninggal dunia akibat AIDS. Saat ini, tercatat 6.000 orang usia produktif 15 tahun hingga 24 tahun terinfeksi HIV di Indonesia.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6418