Jalan Religi Slank
Tanggal: Wednesday, 02 May 2012
Topik: Narkoba


metrotvnews.com, 01 May 2012

PERGANTIAN personel, larangan manggung, dan terjerat kasus narkoba. Semua itu mewarnai pasang-surut band Rock & Roll Indonesia ini. Pada 1994, Slank sempat goyah akibat kecanduan personelnya terhadap obat-obatan terlarang.

Selama dua tahun hal itu berlangsung, akhirnya ibunda Bimbim, sang drummer, mengambil alih manajemen pada 1996. "Saya masuk untuk ngajak mereka kembali seperti sekarang, alhamdulillah berhasil," sebut Bunda Iffet.

Cinta, Sosial, Lingkungan Hidup, dan kepemudaan, itulah empat unsur yang selalu ditawarkan dalam lagu-lagu Slank. Terlepas dari catatan kelam mereka di masa lampau, kini kita bisa melihat lagu-lagu mereka bisa mewakili orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari rakyat melarat hingga konglomerat.

Saat ini, Slank sedang mengadakan tur religi ke pesantren-pesantren di tanah air. Hingga 1 Mei, sudah ada 13 tempat yang mereka kunjungi. Ditanyai apa pernah Slank ditolak kehadirannya karena sekelumit riwayat kelam mereka, Bunda Iffet mengaku hal seperti tidak pernah terjadi.

"Begitu saya masuk pesantren, biasanya para kiai pun kenal. Mereka bilang selalu lihat Slank di TV," katanya. Tur religi itu sendiri menurutnya dilakukan, karena Slank merasa sekarang saatnya habluminallah setelah lama mengurus habluminannas.

Pada 12 Mei 2012 mendatang, Slank yang akan konser bertajuk I Slank You, The Journey of The Blue Island. Konser tersebut akan digelar di Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol.

Konser Slank itu akan memberikan donasi bagi Yayasan Syair Untuk Sahabat. Sebanyak 10% dari pemasukan tiket akan disumbangkan bagi Yayasan Syair Untuk Sahabat, sebuah yayasan yang menitikberatkan pada anak-anak yang terkena HIV/AIDS.

Ini adalah bentuk kepedulian MAMLive dan Slank bagi teman-teman penderita HIV/AIDS yang dikucilkan dari masyarakat, karena sebagian besar masyarakat kurang peduli dan tak paham soal HIV/AIDS secara tepat.

Mereka juga akan mengadakan serangkaian tur di lima kota yakni Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Palembang.

Ditanyai mengapa lagu-lagu mereka mendapat tempat di hati masyarakat. Menurutnya, kalau ada ketidakadilan, Slank akan selalu hadir.(MI/ICH)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6422