ODHA Di Sumut Dikhawatirkan Meningkat
Tanggal: Monday, 07 May 2012
Topik: Narkoba


Berita Sore, 04 May 2012

MEDAN: Jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumut dikhawatirkan meningkat menyusul dihentikannya anggaran Komisi Perlindungan AIDS (KPA) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut.

Menurut Proyek Manager Global Fund Dinas Kesehatan Sumut, Andi, kepada wartawan, Kamis, dengan tidak adanya anggaran untuk program penanggulangan HIV AIDS, terhitung sejak Mei 2012 ini dikhawatirkan program penanggulangan penyakit mematikan tersebut tidak akan berjalan seperti yang diharapkan.

“Semua lingkup membutuhkan anggaran. Tapi yang bisa menilai itu yang punya kebijakan yakni Pemprov Sumut. Kalau Global Fund programnya hanya menguatkan sistem layanan,” ujarnya.

Disebutkan Andi, jumlah kumulatif HIV/AIDS menurut faktor resiko yaitu heteroseksual sebanyak 2122 kasus (704 HIV dan 1418 AIDS), Intra Drug User (IDUs atau narkoba suntik) HIV ada 390 dan AIDS 588. Faktor resiko Hetero dan IDUs yang HIV 89, AIDS 30, transfusi darah, HIV 32 dan AIDS 3, Perinatal HIV 36 dan HIV 16, Homoseksual yang HIV 16, AIDS 27.

Ibu rumah tangga HIV 25 dan AIDS 7, Biseksual yang HIV 2 AIDS 6. “Faktor resiko lain-lain yang HIV ada 2 dan AIDS 3 orang,” papar Andi. Sementara, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara disebutkan gambaran kasus HIV/AIDS di Sumatera Utara sejak tahun 1994 hingga Maret 2012, sebanyak 3422 kasus HIV/AIDS atau jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Dari jumlah itu, dirincikan tahun 2010 ditemukan sebanyak 638 kasus, dimana HIV 208 dan AIDS 430, tahun 2011 HIV 171 dan AIDS 468. Sedangkan hingga Maret 2012 jumlah penderita HIV 44 dan AIDS 123. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6430