Sulsel Surga Peredaran Narkoba
Tanggal: Wednesday, 09 May 2012
Topik: Narkoba


FAJAR Online, 09 May 2012

MAKASSAR -- Pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Sulsel terbilang cukup tinggi. Data terakhir sesuai hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, jumlah penggunan narkoba di daerah ini sudah mencapai 125.730. Itu angka hasil penelitian 2011. Alias, belum terhitung empat bulan pertama di 2012.

Berdasarkan angka tersebut maka pertumbuhan jumlah pengguna narkoba di Sulsel sangat signifikan. Pada 2008 misalnya, pengguna narkoba di daerah ini hanya 103.849. Artinya, dalam empat tahun, terjadi lonjakan pengguna hingga 21.881 orang. Tidak salah jika Sulsel disebut-sebut sebagai surga atau tempat yang cukup aman dan nyaman bagi pengguna dan peredaran narkoba.

Hasil penelitian BNN bekerja sama Pusat Penelitian Kesehatan UI menyebutkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Sulsel pada 2008 sebesar 1,80 persen. Itu meningkat menjadi 2,04 persen pada 2010, dan diprediksikan menjadi 2,32 persen di 2015.

Angka penyalahgunaan narkoba mengalami pertumbuhan jumlah penyalahgunaan pertahun. Pada 2008 sebanyak 103.849, menjadi 121.773 pada 2010, dan tahun lalu mencapai 125.730.

“Jika tidak tertangani baik, diproyeksikan akan meningkat menjadi 147. 611penyalahguna pada 2015,” kata Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang saat membuka Rapat Koordinasi dalam rangka Penyusunan Rencana Aksi Provinsi Sulsel dan Kerja Sama Lintas Sektor tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Hotel Benua, Selasa, 8 Mei.

Menurut Agus, penyalahgunaan narkoba sudah merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kelanjutan masa depan generasi muda bangsa ini. Itu karena jumlah penggunanya terus bertambah. “Bahkan ini sudah dalam posisi memprihatinkan,” katanya.

Makanya, Agus berharap semua pihak bisa bahu-membahu memberantas peredaran narkoba di Sulsel. Mantan ketua DPRD Sulsel itu berharap rapat koordinasi tersebut membuahkan hasil signifikan dalam menekan jumlah prediksi penyalahgunaan narkoba di masa datang.

“Kita berharap ada cara efektif untuk mengurangi angka prediksi penyalahgunaan narkoba pada 2015 nanti,” kata Agus.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Sulsel, Sri Endang Sukarsih meminta agar pencegahan penggunaan narkoba sebaiknya diawali di lingkungan rumah tangga. Selanjutnya upaya pencegahan dilanjutkan di lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat umum.

Rakor kemarin dihadiri pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, perwakilan Pelabuhan Makassar, Bea Cukai, Rumah Sakit, Puskesmas, Kepolisian, Biro Hukum dan HAM, LSM dan stakeholder terkait lainnya. (amr/min)

Sumber: http://www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6448