LSM Lapan:Di Tebing Ada Prostitusi Pelajar Terselubung
Tanggal: Wednesday, 09 May 2012
Topik: Narkoba


Sumutdaily.Com, 09 May 2012

Medan. Sebanyak 30 persen pelajar setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tebingtinggi terlibat prostitusi terselubung. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pemantau Aids dan Narkoba (Lapan) Kota Tebingtinggi Aliyustono didampingi oleh Prayudi Syahputera, Senin (7/5).

Protitusi terselubung dikalangan pelajar ini terkesan rapi dan tidak diketahui oleh teman-teman kelasnya. Kendati begitu ada yang membedakan antara pelajar pelaku prostitusi dengan pelajar biasa. Itu bisa dilihat dari penampilan serta gaya hidupnya yang glamour. “Sepintas tidak bisa dibedakan, tetapi untuk kebutuhan hidupnya lebih dari cukup, seperti memilik HP mahal dan memakai pakaian mengikuti model terbaru,” jelas Prayudi Syahputera.

Di Tebingtinggi kata Prayudi, pelajar yang terlibat prostitusi itu berasal dari luar yang tinggal kos di Kota Tebingtinggi. Ada juga yang asli penduduk Tebingtinggi asli. “ Mereka (pelajar) awalnya tergoda dengan gaya dan penampilan temannya tergolong hidup dalam kemampuan membeli semua barang keperluan dengan mudah, itu yang membuat penarik temannya menjadi ikut masuk prostitusi ini,” ungkapnya.

Untuk mengetahui ciri-ciri pelajar yang sudah masuk kedalam jaringan prostitusi pelajar menurut aktivis Lapan, dikatakan penampilan mereka menarik, menggunakan telepon seluler yang mahal, kebanyakan mereka dari kalangan keluarga pra sejahtera (kurang mampu), karena tidak mendapat kebutuhan dari orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Di sekolah, biasanya pelajar perempuan yang masuk kedalam jaringan prostitusi itu tidak masuk pada hari Sabtu, dan ada juga pada hari Senin-nya mereka juga tidak masuk sekolah. Itu dikarenakan anak ayam, dibooking oleh om-om untuk waktu yang panjang,” ungkapnya.

Bahkan dari mereka akan menipu keluarga serta orang tuanya dengan alasan menginap dirumah teman untuk melakukan tugas sekolah, ada juga mereka setiap hari Sabtu membawa perlengkapan pakaian rumah untuk ganti baju, usai pulang sekolah.

“30 persen pelajar setingkat SMA dan SMK yang ada di Kota Tebingtinggi terlibat didalam jaringan prostitusi dikalangan pelajar untuk memuaskan om-om lelaki hidung belang,” kata Lapan.

Kedepan untuk mengatasi permasalahan sosial tentang prostitusi di kalangan pelajar itu Lapan akan membuat sosialisasi disekolah-sekolah untuk menghindarkan agar jangan banyak lagi pelajar yang terjerumus kedalam jaringan prostitusi terselubung dan bahaya penyakit HIV/AIDS yang datang selalu mengintai generasi muda karena bahaya melakukan hubungan sex dengan lawan jenis tanpa hubungan yang resmi. (Sumutpos/Buya Soraya)

Sumber: http://sumutdaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6449