Program Anggur Merah Untuk Atasi Kemiskinan
Tanggal: Monday, 14 May 2012
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 12 May 2012

Waikabubak - Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si mengaku, program unggulan yang diluncurkan Pemerintah Provinsi NTT sejak tahun 2011 lalu yakni Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah dengan mengalokasikan dana hibah Rp 250 juta ke desa-desa yang masih terkategori miskin dimaksudkan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran yang ada di daerah ini.

“Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah itu dimaksudkan untuk atasi kemiskinan dan pengangguran di daerah ini. Karena program tersebut secara tidak disadari ada investasi modal, investasi sumber daya manusia dan memotong mata rantai birokrasi khususnya dalam penyaluran dana hibah Rp 250 juta,” ujar Wagub di sela-sela pembukaan Rapat Kerja (Raker) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) tingkat Provinsi NTT di Hotel Karanu Waikabubak Sumba Barat, Jumat (10/5).

Wagub berharap dengan program ini ada percepatan roda ekonomi di desa-desa penerima bantuan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. “Karena dana ini berputar di tengah-tengah masyarakat. Jika perputaran roda ekonomi di desa tersebut akan baik maka akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli rakyat yang memberi efek juga kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas mantan Kepala Bappeda NTT.

Sedangkan Bupati Sumba Barat, Drs. Jubilate Pandango, M.Pd dalam laporannya mengaku, ada dua (2) Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) yang telah mengundurkan diri. “Saya mohon perhatian Pak Wagub terkait dengan Program Anggur Merah, karena di Waikabubak sudah ada 2 orang PKM yang mengundurkan diri. Mereka tidak tahu bahasa sehingga mereka sangat kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat di desa penerima Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah,” jelas Bupati Pandango.

Terhadap permintaan Bupati Pandango, Wagub Esthon Foenay mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. “Baik, kita akan evaluasi. Apa yang disampaikan Pak Bupati tentu akan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTT,” kata Wagub dan menambahkan, “Mustinya sebagai PKM, dia sudah mengetahui dengan baik kharakter masyarakat dan kharakteristik wilayah yang didampinginya.”

Ikut hadir bersama Wagub, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Jhon Hawula, SH, M.Si, Kepala Biro Kesra Setda NTT, Drs. Alo Dando, MM serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.[dit]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6464