Penyebaran HIV/AIDS di Sumut
Tanggal: Monday, 14 May 2012
Topik: HIV/AIDS


KabarIndonesia, 12 May 2012

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kini termasuk kategori "darurat sosial" dalam kasus penyebaran HIV/AIDS. Sampai April tahun 2012, tercatat sudah 3.461 orang terjangkit penyakit menular mematikan itu.

Tragisnya, Pemprovsu terkesan kurang tanggap bahaya sedang mengancam, dengan tidak disiapkannya anggaran di APBDSU tahun 2012 untuk penanggulangan penyakit itu. Bahkan mayoritas Pemkab/Pemko di Sumut, belum membentuk pengurus KPA (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS) sebagaimana diamanahkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) No 75 tahun 2006.

Demikian Ketua dan anggota Komisi E DPRD Sumut Ir Jhon Hugo Silalahi, MM dan Nurhasanah, SSos menjelaskan kepada wartawan, Jumat (11/5) di DPRD Sumut, seusai menerima pengurus KPA (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS) Sumut membahas semakin "mengganasnya" penyabaran penyakit HIV/AIDS di Sumut.

Benar-benar seperti fenomena gunung es, penderita penyakit HIV/AIDS di Sumut sudah masuk kategori darurat sosial yang harus disegerakan penanganannya, agar jumlah penderitanya tidak terus meningkat setiap bulannya. Sebab pada kurun waktu April tahun 2012 ini saja, jumlah penderita penyakit HIV/AIDS sudah mencapai 3.461 orang. "Terjadi kenaikan, jika dibandingkan pada TA 2011 yang jumlah penderitanya hanya 2.800 orang," tegas Jhon Hugo Silalahi.

Ditambahkan Jhon Huga yang juga Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumut itu, meningkatnya penderita penyakit HIV/AID tersebut dalam tiap tahunnya, membuat Komisi E sangat prihatin sekaligus menyesalkan. Apalagi Pempropsu dan Kabupaten/Kota di Sumut terkesan kurang serius menanggulanginya, terbukti Pempropsu sendiri tidak menampung anggaran penanggulangannya di APBD Sumut TA 2012.

Pada TA 2011, Pempropsu masih menganggarkan dana penanggulangannya di APBD sebesar Rp200 juta. Tapi pada TA 2012, tidak sepeserpun mencantumkan anggarannya di APBD. "Padahal, Gubsu termasuk Ketua KPA Sumut yang seharusnya jeli terhadap penaggulangan HIV/AIDS," tegas Jhon Hugo senada dengan Nurhasanah sembari meminta Plt Gubsu segera mencari solusi untuk mengatasi penanggulangan penyakit yang sangat berbahaya tersebut.

Jhon Hugo anggota dewan Dapil Pematangsiantar dan Simalungun ini bahkan mendesak Plt Gubsu untuk lebih peduli terhadap penyakit HIV/AIDS ini, agar tidak terus menggerogoti kesehatan masyarakat. Minimal dengan dukungan anggaran dari APBD, agar target Sumut sehat pada 2013 sesuai visi misi Gubsu/Wagubsu tentang rakyat tidak sakit dapat tercapai.

Diakui Jhon Hugo, dari 33 Kabupaten/Kota di Sumut, baru 11 Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk KPA dan dari 11 tersebut, hanya 6 kabupaten yang aktif. Yakni Medan, Deliserdang, Sergei (Serdang Bedagai), Tanjung Balai, Pematangsiantar dan Simalungun. Sementara, 5 kabupaten lainnya seperti Labuhan Batu, Toba Samosir, Langkat, Asahan dan Nias kurang aktif.

Tapi yang paling aneh bagi Komisi E, sejumlah lembaga yang dibentuk Pemprovsu, seperti Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Penanggulangan Anak, Badan Pengawas Pendidikan, KPAID (Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah) Sumut terkesan kurang perhatian dari segi anggaran.

"Hampir sama nasibnya dengan KPA Sumut, sehingga perlu dibuat Peraturan Daerah (Perda) untuk mengharuskan penangannya," tegas Jhon Hugo dan Nurhasanah. ***

Sumber: http://www.kabarindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6468