Selain Mengobati, Truvada Bisa Cegah HIV
Tanggal: Monday, 14 May 2012
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 12 May 2012

SEBUAH obat yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi HIV kini juga disetujui sebagai cara pencegahan, kata panel penasihat Food and Drug Administration (FDA), Kamis, (10/5).

Ini adalah rekomendasi penasihat pemerintah yang pertama kali menganjurkan pemberian obat antivirus untuk orang sehat yang mungkin terkena AIDS melalui hubungan seks. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang minum obat Truvada setiap hari memiliki penurunan risiko terkena infeksi.

Setelah mengevaluasi studi tentang pil yang diminum sekali sehari ini panel merekomendasikan bahwa Truvada bisa diresepkan untuk orang yang berisiko tinggi terkena infeksi ini, seperti laki-laki gay yang memiliki banyak pasangan seks, mereka yang tidak selalu menggunakan kondom, dan orang-orang yang berhubungan dengan seseorang yang HIV-positif. Obat ini juga akan direkomendasikan untuk mereka yang berisiko tinggi, seperti pelacur.

Obat ini dimaksudkan bukan untuk menggantikan kondom dan pengaman lainnya, tetapi harus digunakan untuk perlindungan tambahan. Para ahli mengatakan bahwa pencegahan adalah metode yang lebih baik karena ada 50 ribu kasus HIV baru dalam setahun di Amerika Serikat. Konseling dan kondom dinilai tidak lagi efektif dan banyak orang yang baru terinfeksi adalah mereka yang tidak menyadari bahwa pasangan mereka memiliki HIV-positif.

Karena Truvada telah disetujui untuk mengobati infeksi HIV, dokter boleh untuk meresepkannya untuk pencegahan. Truvada, yang mengandung dua obat antivirus, dijual oleh Gilead Sciences, yang berbasis di Foster City, California. Meskipun digunakan untuk pencegahan, obat ini harus diminum bersama dengan antivirus lain. Truvada pertama kali disetujui pada 2004 dan dengan cepat menjadi salah satu obat HIV terbaik. (NY Times/Pri/OL-06)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6469