Pramuka Diberi Bekal Keterampilan Kesehatan
Tanggal: Monday, 14 May 2012
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 14 May 2012

JAKARTA: Kementerian Kesehatan memberi bekal keterampilan kesehatan bagi anggota pramuka. Pasca-mendapat pembekalan, anggota yang telah dilatih diharapkan bisa menjadi pelatih dan menularkan ilmu yang telah mereka pada anggota lain di daerah masing-masing.

"Pramuka diharapkan bisa mengisi kekosongan tenaga kesehatan di daerah terpencil dan perbatasan," sebut Sekretaris Jenderal Kemenkes Ratna Rosita, di Depok, Sabtu (12/5).

Sebagai tahap awal, anggota yang mendapat pembekalan adalah para pelatih dalam program Saka Bakti Husada. Dalam program ini, sebanyak 99 pelatih yang berasal dari 33 provinsi mendapat kursus singkat ketrampilan kesehatan selama 5 hari.

"Melalui prinsip training on trainer (TOT) diharapkan para pelatih itu bisa menularkan ilmu mereka kepada teman-teman anggota yang lain," ujar Ratna yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Saka Bakti Husada Tingkat Nasional.

Lebih rinci dijelaskan, dalam kegiatan ini, setiap provinsi diwajibkan mengirim tiga orang perwakilan untuk dilatih. Menurut Ratna, mereka yang dikirim terdiri atas tiga unsur, yaitu perwakilan pramuka di tingkat kwartir daerah, lalu anggota dari poltekes, dan unsur pemimpin daerah.

Sedangkan, materi yang diberikan dalam unsur terdiri dari keterampilan kepramukaan dan keterampilan khusus kesehatan yang terdiri dari enam bidang. Keterampilan khusus itu adalah pola hidup bersih dan sehat (PHBS), bina keluarga sehat, gizi, penanggulangan penyakit menular, lingkungan sehat, dan obat.

Kegiatan ini menurut Ratna, selain selaras dengan instruksi presiden yang dicetuskan pada 2004 silam untuk melakukan revitalisasi pramuka, juga merupakan upaya Kemenkes guna melibatkan komponen masyarakat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Lewat ilmu yang dibagikan, Kemenkes berharap pramuka bisa bahu-membahu dengan tenaga kesehatan untuk mengendalikan faktor risiko yang menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka mencapai target MDGs bidang kesehatan, yakni penurunan angka kematian ibu dan penurunan penyebaran penyakit HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria, Indonesia masih membutuhkan kerja keras.

Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes Lily Sriwahyuni Sulistyowati menjelaskan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada) merupakan wadah bagi pramuka penegak dan pandega yang memiliki minat akan kegiatan di bidang kesehatan.

Lantaran itu, Kemenkes memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan dan pemberian ketrampilan pada mereka, lanjut Lily. (Tlc/OL-10)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6471