Hari Ini, RS BDH Buka Poli Paliatif dan K3
Tanggal: Monday, 14 May 2012
Topik: Narkoba


Surabaya Post, 14 May 2012

SURABAYA - Sorotan tentang minimnya warga kota Surabaya yang berobat ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (RS BDH) tampaknya membuat manajemen RS tersebut gerah. Kini, untuk mendongkrak jumlah kunjungan pasiennya, RS milik Pemkot itu berupaya meningkatkan kualitas layanannya. Setelah memfungsikan kamar operasi, kini RS tersebut menambah jumlah poli untuk layanan rawat jalan.

Mulai, Senin (14/5) hari ini, RS BDH akan membuka poli paliatif serta poli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). “Kami membuka poli paliatif sebagai kelanjutan atas layanan paliatif yang sudah kami berikan sekitar setahun terakhir,” kata Maya Syahria Saleh, Direktur Utama (Dirut) RS BDH, Senin (14/5). Menurut Maya, jumlah kunjungan pasien kanker yang membutuhkan perawatan paliatif cukup lumayan.

Dalam sehari, jumlah pasien bisa mencapai 3 sampai 4 orang. Maya mengakui, jika dibanding RSU dr Soetomo atau RSUD dr M Soewandhie, jumlah kunjungan itu masih terbilang sedikit. Namun untuk sebuah rumah sakit tipe C seperti RS BDH, angka tersebut sudah lumayan.

Sedangkan poli K3 dibuka untuk mengakomodir jumlah karyawan RS BDH yang saat ini mencapai dua ribu orang. Selain itu, layanan ini juga untuk menampung korban kecelakaan kerja karyawan industri di sekitar RS BDH. Kebetulan, letak RS BDH tidak terlalu jauh dari sentra industri di kawasan Surabaya barat. ”Selain untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja karyawan kami sendiri, poli K3 ini juga bisa dimanfaatkan karyawan pabrik yang ada di sekitar sini,” kata Maya.

Dibukanya dua poli tersebut menyusul layanan lain di RS BDH yang sudah berjalan lebih dulu, yakni VCT (voluntary counselling and testing). Layanan untuk penderita HIV/AIDS itu sudah dibuka sejak sekitar dua minggu lalu. Dibukanya layanan ini tidak lepas dari lokasi RS BDH yang tidak jauh dari lokalisasi Kremil dan Bangunsari. ”Ini juga sebagai upaya kami mencegah penularan HIV di kawasan Surabaya barat,” kata Maya.

Mantan Kepala Puskesmas Tanah Kali Kedinding itu berharap, dengan tambahan layanan itu, kinerja RS BDH makin meningkat. Pihaknya juga terus melakukan pembenahan manajemen agar layanan yang diberikan semakin maksimal. “Infrastruktur yang belum lengkap kami upayakan sudah tersedia semua tahun ini, seperti kamar VIP yang masih belum bisa difungsikan karena ada beberapa peralatan yang belum terpasang,” katanya.

Maya sendiri menampik jika RS BDH kurang diminati. Pasalnya, data yang ada menunjukkan fakta yang sebaliknya. Menurutnya, dalam sehari jumlah kunjungan Instalasi Rawat Jalan (IRJ) mencapai 170 orang. Sementara untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien yang datang dalam sebulan mencapai 800-1.000 orang. RS BDH juga sudah memfungsikan Intensive Care Unit (ICU) dan beberapa kali menerima limpahan pasien dari RS Mitra Keluarga. “Untuk rawat inap juga sudah mencapai 50% dari kapasitas yang ada,” kata Maya.

Tapi ia tetap mengakui, masih ada kendala yang harus diatasi. Salah satunya akses menuju RS BDH. Inilah yang menyebabkan jumlah kunjungan pasien di rumah sakit tersebut tidak sebanyak di RSUD dr Soetomo dan RSUD dr M Soewandhie. “Tapi saya sudah mengusulkan untuk dibuatkan semacam terminal kecil di depan rumah sakit untuk mempermudah akses warga menuju RS BDH,” kata Maya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, Pemkot harus mencari terobosan agar RS BDH bisa diminati warga Surabaya, terutama warga Surabaya Barat. Paling tidak, ada gebrakan khusus agar warga Surabaya barat tidak berobat ke RS Sowandhie. “Kan, selama ini warga Surabaya Barta masih berobat ke RS Soewandhie, meski di sana ada RS BDH,” jelasnya.

Menurutnya, gebrakan yang harus dibuatnya harus benar-benar bisa menarik perhatian warga Surabaya Barat. Paling tidak layanannya harus ramah, cepat dan tepat. Tanpa ada gebrakan sulit bagi RS BDH untuk lebih baik dar SR Soewandhie.pur

Sumber: http://www.surabayapost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6474