Penderita HIV/AIDS harus dipehatikan lebih
Tanggal: Monday, 14 May 2012
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 14 May 2012

MEDAN - Sosiolog Universitas Sumatera Utara Badaruddin mengatakan, pemerintah harus memperhatikan serius bagi penderita HIV/AIDS di provinsi itu, karena dikhawatirkan penyebarannya terus semakin bertambah.

"Penyebaran penyakit menular yang mematikan itu, seharusnya secepatnya diantisipasi oleh pemerintah, untuk menjaga agar tidak bertambahnya penderita HIV/AIDS tersebut," katanya di Medan, Senin.

Para pengidap HIV/AIDS di Sumut itu, menurut dia, bukan hanya dari kalangan orang dewasa, melainkan juga bagi remaja dan anak-anak. Oleh karena itu, katanya, Pemprov Sumut harus bertanggung jawab dan tidak boleh tinggal diam dalam mengatasi kasus penyebaran HIV/AIDS di daerah tersebut.

"Penularan HIV/AIDS di Sumut tak obahnya seperti fenomena gunung es.Artinya para pengidap memang tidak terlalu tinggi, namun kedepan kalau tidak secepatnya diantisipasi bisa semakin bertambah," kata Guru besar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara itu.

Dia mengatakan, dalam mengatasi penyakit HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ada obatnya itu, Pemprov Sumut harus menyediakan dana dari APBD. Namun, kenyataannya Pemprov Sumut tidak menyiapkan anggaran pada APBD Tahun 2012 ini, untuk penanggulangan bagi penderita HIV/AIDS.

"Ini benar-benar aneh dan mengherankan.Penyakit HIV/AIDS tersebut jangan dianggap sepele, karena sangat berbahaya dan paling ditakuti di dunia,"ucap dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, Komisi Penanggulangan HIV/AIDs (KPA) yang terbentuk di Kota Medan ini, tidak dapat berbuat apa-apa, karena tidak adanya dana APBD tahun 2012. Selain itu, para pengidap HIV/AIDS tersebut juga menjadi bingung, karena kurangnya komunikasi dengan para Pengurus KPA."Kalau hal ini terus dibiarkan, bukan hanya akan merugikan penderita HIV/AIDS, tetapi juga masyarakat karena tidak mengetahui perkembangan penderita penyakit yang belum ada obatnya," ujar Badaruddin.

Sementara itu data yang diperoleh, hingga April 2012, jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di wilayah Sumut sudah mencapai 3.461 orang. Sedangkan tahun 2011, penderita HIV/AIDS di Sumut, jumlahnya mencapai 2.800 orang.Penularan penyakit yang mematikan itu, dikarenakan warga pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik, melakukan hubungan dengan wanita lain penderita HIV/AIDS dan lain lainnya.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6476