Cagub DKI Hidayat Nur Wahid: HIV-AIDS di DKI Spektakuler!
Tanggal: Tuesday, 15 May 2012
Topik: HIV/AIDS


detikHealth, 14 May 2012

Jakarta, Tingginya tingkat penularan HIV (Human Imunnodeficiency Virus) di DKI Jakarta memang memprihatinkan. Di mata salah seorang calon gubernur DKI, pertumbuhannya sangat spektakuler sehingga butuh upaya penanganan yang sangat serius.

"Memang menyedihkan karena pertumbuhan HIV-AIDS di Jakarta ini termasuk sangat spektakuler," kata Hidayat Nur Wahid, calon gubernur DKI yang berpasangan dengan Didik Junaidi Rachbini, seusai debat program kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin (14/52012).

Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2011 memang mencatat, DKI termasuk dalam 5 besar provinsi paling banyak kasus HIV-AIDS. Infeksi HIV pada tahun tersebut mencapai 3.998 kasus sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh HIV mencapai 3.997 kasus.

Menurut Hidayat, permasalahan ini harus diatasi mulai dari hulu yakni di tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat. Apabila dirinya terpilih menjadi gubernur DKI, ia berjanji untuk menghadirkan "Ruang Interaksi" sebagai sarana untuk berinteraksi soal bahaya HIV-AIDS.

"Tujuannya supaya tiap keluarga punya kegiatan yang konstruktif, terbuka dan nyaman sehingga tidak terjebak dalam perilaku sembunyi-sembunyi yang berakibat pada penularan HIV-AIDS," lanjut Hidayat.

Solusi lain yang ditawarkan Hidayat tentang HIV-AIDS adalah sosialisasi tetang bahaya dan pencegahannya, termasuk dengan melibatkan para pengidap.

"Termasuk dari rekan-rekan yang sudah terkena dan kemudian bertobat, atau sudah memperbaiki diri, mungkin mereka bisa diajak dalam sosialisasi," kata Hidayat.

Hidayat juga menekankan bahwa perundang-undangan harus memberi ruang bagi yang sudah terlanjur terinfeksi agar tetap mendapat pelayanan yang manusiawi. Jangan sampai karena sudah tertular, para pengidap ini lantas seperti dihukum dan dikucilkan seumur hidup.

Terakhir, Hidayat berjanji untuk mengupayakan adanya pendidikan untuk menyadarkan masyarakat soal perilaku yang berisiko tinggi untuk menularkan HIV-AIDS misalnya penggunaan narkoba suntik. Baginya, kesadaran merupakan upaya pencegahan yang paling dibutuhkan untuk mengendalikan penularan HIV-AIDS. (up/ir)

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6478