Cairan Tubuh Wanita Dituding Penyebab Tingginya HIV di Zimbabwe
Tanggal: Wednesday, 16 May 2012
Topik: HIV/AIDS


detikHealth, 15 May 2012

Jakarta, Penularan HIV (Human Imunnodeficiency Virus) memang diperantarai oleh cairan tubuh. Namun tak ada bukti cairan tubuh perempuan lebih rentan menularkan HIV dibandingkan pada laki-laki seperti yang dituduhkan seorang tokoh di Zimbabwe.

Morgan Femai, seorang senator di Zimbabwe melontarkan pernyataan kontroversial saat membuka sebuah workshop kesehatan di parlemen. Ia menuduh bahwa pemicu tingginya tingkat penularan virus ini di negaranya adalah kelembaban dan cairan tubuh perempuan, bukan laki-laki.

"Perempuan memiliki kelembaban yang lebih tinggi dalam organnya dibanding laki-laki, jadi harus diteliti bagaimana mengantisipasi cairan yang sangat disukai bakteri tersebut. Harus ada cara untuk melawan kelembaban tersebut," kata senator Femai seperti tikutip dari Dailymail, Selasa (15/5/2012).

Masih terkait dengan tuduhan tersebut, senator Femai juga menganjurkan agar perempuan-perempuan Zimbabwe khususnya yang terinfeksi sebaiknya dilarang mandi agar tubuhnya tidak terlalu lembab. Makin rendah kelembabannya, risiko penularan HIV dinilainya akan lebih rendah.

Tujuan lain dari larangan mandi adalah supaya penampilannya tidak menarik lagi, sehinga laki-laki tidak tergoda untuk bersetubuh dan terhindar dari risiko penularan HIV. Oleh karena itu, selain tidak boleh mandi para perempuan juga dianjurkan untuk membotaki kepalanya.

Tingkat penularan HIV di Zimbawe memang tercatat sangat tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Meski ada sedikit penurunan dalam beberapa tahun belakangan, diperkirakan saat ini 14 persen penduduk negara ini masih hidup dengan HIV positif.

Namun tuduhan senator Femai yang pertama kali diberitakan oleh sebuah media Zimbabwe ini langsung memicu kontroversi, setidaknya di kalangan pembacanya. Sebagian besar menilai sang senator kurang mendapat pendidikan soal bagaimana HIV sebenarnya ditularkan.

Berbagai penelitian menunjukkan, HIV ditularkan melalui kontak langsung cairan tubuh, baik pada laki-laki maupun perempuan dan bukan antara cairan tubuh dengan permukaan kulit yang sehat. Penularan bisa terjadi melalui jarum suntuk, hubungan seks yang tidak aman maupun dari ibu ke bayinya melalui cairan plasenta.

(up/ir)

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6484