Lady Gaga si Monster Sosial
Tanggal: Wednesday, 16 May 2012
Topik: Narkoba


detikHot, 16 May 2012

Jakarta - Di antara jadwal padat Lady Gaga, sang Mother Monster itu tidak pernah lupa meluangkan waktunya untuk kegiatan sosial. Bahkan Lady punya yayasan amal sendiri lho.

Ketika Haiti dilanda gempa bumi pada 2010 silam, Lady membuat konser amal di Radio City Muisc Hall, New York. Ia juga memberikan seluruh keuntungan penjualan online dari situs pribadinya untuk Haiti. Total Lady mengumpulkan US$ 500 ribu atau sekitar Rp 4,7 miliar untuk Haiti. Wow..

Tak berhenti di situ, beberapa jam setelah bencana gempa dan tsunami terjadi di Jepang pada 11 Maret 2011 Lady langsung beraksi. Pelantun hits 'You and I' itu menjual gelang amal untuk Jepang. Dalam 2 minggu Lady mengantongi keuntungan US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 14 miliar. Memang gelang tersebut sempat terganjal masalah tapi kemudian tidak menjadi besar.

Pada 25 Juni 2011 Lady juga bersedia tampil gratis dalam acara amal MTV Jepang di Makuhari Messe. Keuntungan konser itu dipersembahkan untuk Palang Merah Jepang.

Penyanyi bergaya nyentrik itu juga punya cara tersendiri untuk menyalurkan bantuannya. Salah satu yang jadi perhatian Lady adalah HIV dan Aids. Hingga kini ia masih fokus mengedukasi perempuan muda untuk mengerti bahaya virus HIV dan penyakit Aids. Berkolaborasi dengan Cyndi Lauper, ia digandeng MAC Cosmetics merilis sebuah lipstik bernama Viva Glam.

Semua keuntungan dari penjualan lipstik tersebut akan masuk ke dalam kegiatan amal HIV/Aids di seluruh dunia. Ternyata hal itu juga didukung para fans dan pecinta kosmetik. Lipstik Viva Glam Lady menuai keuntungan US$ 202 juta atau sekitar Rp 206 miliar.

Bergabung dengan banyak acara amal belum memuaskan sisi solidaritas sosial seorang Lady Gaga. Ia membentuk sebuah yayasan non-profit bernama Born This Way Foundation. Nama Born This Way diambil Lady dari album dan singlenya yang dirilis pada 2011. Yayasan tersebut fokus pada pemberdayaan remaja dan isu-isu seperti percaya diri, perlakuan baik, anti-bullying, mentorin juga pembentukan karier.

Ia juga menggandeng banyak instansi untuk menjalankan kegiatan sosialnya tersebut. Tak tanggung-tanggung, Lady juga turun sendiri ke jalan untuk menyampaikan kepeduliannya. Ia pernah bicara soal ketidakadilan hukum imigrasi di Meksiko.

Apa yang dilakukan Lady mungkin belum seberapa, tapi itu akan terus berlanjut dan tak akan berhenti. Lady pernah mengatakan semua kegiatan tanpa keuntungan itu telah menjadi bagian dalam dirinya dan dalam jadwal padatnya. Haruskah kita menghentikannya?

(yla/mmu)

Sumber: http://hot.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6485