Kasus HIV/AIDS Akan Capai 2,18 Juta, iVoice Ajak Peduli
Tanggal: Sunday, 20 May 2012
Topik: HIV/AIDS


Detik, 17 May 2012

Jakarta Masalah HIV/AIDS telah menjadi agenda banyak negara, termasuk Indonesia. Terdapat lebih dari 400.000 kasus HIV/AIDS di Indonesia per 2010 dan pertumbuhan kasusnya sangat mengkhawatirkan.

Tanpa perencanaan nasional yang koheren angka tersebut akan meledak mencapai 2,18 juta pada 2025. Sebaliknya dengan perencanaan nasional diharapkan bisa kurang dari 912 ribu.

Demikian Dody Kusumonegoro dari iVoice mengutip laporan National Aids Commission United Nations General Assembly Special Session (NAC UNGASS) seperti disampaikan kepada detikcom, Kamis (17/5/2012).

iVoice adalah kelompok dari kalangan profesional muda, memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah HIV/AIDS serta ingin mengambil peran melalui kegiatan-kegiatan proaktif, produktif dan positif.

Selama dua hari pada 26-27 Mei 2012 mendatang, iVoice akan menyelenggarakan the International AIDS Candlelight Festival (IACF) 2012 dengan tema Promoting Health and Dignity Together bertempat di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Semanggi, Jakarta.

Kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah AIDS/HIV serta menggalang dana bagi LSM-LSM lokal dalam upaya mereka untuk melengkapi pemerintah Indonesia dan donor internasional untuk mencegah dan menyembuhkan HIV/AIDS.

"Sekaligus menjadi bagian perayaan simbolik Malam Renungan AIDS sedunia, yang dilakukan pada 20 Mei setiap tahunnya," ujar Dody, yang dipercaya sebagai Media Coordinator IACF 2012.

ACF 2012 ini berbeda dari kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya, karena menampilkan kegiatan yang melibatkan anggota masyarakat madani dan ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, baik akademisi, pelajar, pemerintah, media, maupun individu termasuk publik figur.

IACF 2012 akan menggalang acara-acara yang didasari oleh 3 prinsip yaitu mendidik, menghibur, dan mengumpulkan dana.

Contoh dari acara yang direncanakan adalah seminar oleh para ahli HIV/AIDS, diskusi bersama panelis, rapat umum dan diskusi antara remaja, bedah buku dan film berbobot, pelelangan barang- barang seni, pameran dari LSM-LSM terkait, Charity Gala Dinner, dan masih banyak lagi.

Lanjut Dody, HIV/AIDS bukan hanya urusan pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat. Oleh karena itu masyarakat harus lebih proaktif karena mereka tidak seyogyanya menunggu pemerintah atau donor internasional untuk mengatasi masalah ini.

"Diharapkan kegiatan ini dihadiri 1000-2000 pengunjung setiap harinya," pungkas Dody. (es/es)

Sumber: http://news.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6487