Penderita HIV Terjaring Razia
Tanggal: Sunday, 20 May 2012
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 18 May 2012

Sanggau
- 1 orang dari 20 orang yang terjaring razia dinyatakan positif terjangkit HIV/AIDS. Demikian dikatakan Kepala Bidang P2KL Dinkes Sanggau, Drg. Roy Naibaho, ketika dimintai komentarnya via selular, beberapa waktu lalu.

Hal itu, menurutnya, berdasarkan tes VCT HIV/AIDS yang dilakukan di rumah sakit memang ada satu orang terindikasi mengidap HIV. Namun, pihaknya belum bisa memastikan hal itu karena sesuai prosedur itu harus dilakukan tes sebanyak dua kali.

“Memang terindikasi satu orang, tapi harus dilakukan tes sekali lagi untuk memastikannya. Sampel darah kami bawa ke Pontianak,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNNK Sanggau, Nurwignyo, mengatakan, dari seluruh penguhuni kost yang dirazia dan diambil sampel urinenya, 4 orang diantaranya positif menggunakan narkoba. Untuk itu, pihaknya menyerahkan kepada orang tuanya. Meskipun begitu, pihak BNNK, kata Nurwignyo, siap melakukan rehabilitasi terhadap mereka yang positif. Tetapi persetujuan rehabilitasi harus dari orang tua yang bersangkutan.

“Kalau kami siap merehabilitasi, tetapi itu tergantung lagi dari orang tuanya. Kalau setuju, ya kami rehabilitasi. Kalau tidak, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata mantan Kabag Bina Mitra Polres Sanggau ini. Untuk sementara, mereka yang positif dikenakan wajib lapor.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja bersama Polres, Dinkes, Dinsosnakertrans, Lurah Beringin dan BNNK Sanggau menggelar razia Pekat (penyakit masyarakat) bersama, di sejumlah rumah kos di Kelurahan Beringin dan sebagian Ilir Kota pada Rabu (17/5), sekitar pukul 09.00 Wib.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 20 orang yang tidak memiliki identitas. Petugas juga berhasil mengamankan alat bekas narkoba berupa bong hisap. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan 4 pasangan muda-muda dalam satu kamar. Ketika ditanya petugas surat nikah keduanya, pasangan tersebut tidak bisa menunjukkan identitas seperti surat nikah resmi.

“Memang ada yang masih berduaan dikamar. Kami Tanya identitasnya tapi mereka tidak bisa menunjukkannya, makanya kami bawa ke kantor untuk didata,” kata Kasat Pol PP, Drs. H. Khairudin Rais ketika diwawancarai sejumlah awak media usai menggelar operasi tersebut.

Usai merazia sejumlah penghuni kos tersebut, pihak BNNK langsung melakukan tes urine guna memastikan apakah mereka menggunakan obat-obatan terlarang ataukah tidak. Alhasil, 4 orang dinyatakan positif pemakai.

Tidak berhenti disitu saja, petugas dari Dinas Kesehatan tidak mau tinggal diam. Mereka yang terjaring langsung diambil sampel darahnya dan diberikan pengarahan tentang HIV/AIDS. Hasilnya, diduga 1 orang positif HIV/AIDS.

Dikatakan Khairudin, pihaknya akan terus melakukan razia rutin dalam rangka mengantisipasi penyakit masyarakat dan ketertiban umum. Untuk itu, pihaknya berencana akan memanggil seluruh pemilik kos yang ada di kota Sanggau untuk diberikan pengarahan.

“Ya, kami dengan pihak Kepolisian dan BNNK tentunya akan memanggil pemilik kost dalam waktu dekat untuk diberikan pengarahan,” ulasnya.

Sementara itu, Lurah Beringin, M. Rizal Ismail, merasa sangat prihatin dengan kondisi di Kelurahannya. Terlebih dengan menjamurnya rumah kos yang tidak mau memberitahukan keberadaannya dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan.

Pihaknya, lanjut Rizal, sudah sering memperingati pemilik kost diwilayahnya agar mematuhi ketentuan dan peraturan yang ada. Tetapi, tampaknya tidak ada niat baik dari pemilik kost, minimal memberitahukan keberadaan mereka.

“Setahu saya, rumah kos yang ada di Kelurahan Beringin banyak yang tidak berizin, saya sudah sering peringati, makanya saya bekerjasama dengan pihak Pol PP untuk merazia mereka dan hasilnya, lihat saja sendiri, banyak yang menyalahi aturan,” tegasnya. [gus]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6488