Kurang, Perhatian Pengusaha Perangi HIV/AIDS
Tanggal: Sunday, 20 May 2012
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 18 May 2012

Singaraja - Perhatian pengusaha terhadap program memerangi HIV/AIDS dinilai masih kurang. Padahal pengusaha besar memiliki bantuan CSR (Corporate Social Responsibilty) yang sebenarnya bisa digelontorkan kepada lembaga-lembaga yang telah serius memerangi HIV/AIDS.

Hal itu terungkap dalam pertemuan terkait pemaparan program PMTS (Pencegahan HIV melalui Transmisi Seksual) Terpadu di Kantor KPAD Buleleng, Jalan Serma Karma Bhaktiseraga, Singaraja, Rabu (16/5) lalu. Yahya Anshori, Staf Pengelola Program KPA Provinsi Bali saat memberikan pemaparan program PMTS mengatakan anggaran dalam APBD yang diposkan untuk program KPA cenderung berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya APBD. "Terkait hal itu, besar harapan kami adanya peran serta dari dunia usaha," katanya.

Menurutnya, di Bali khususnya Buleleng bantuan Corporate Social Responsibilty dari perusahaan sangat minim. Namun diakui di kabupaten lain, terdapat sejumlah perusahaan hotel telah menyiapkan CSR untuk anak-anak ODHA berupa beasiswa. Untuk itu, ia berharap di Buleleng hal seperti itu bisa dilakukan.

Terkait program PMTS, Yahya Anshori menambahkan program ini bertujuan untuk mempercepat pencegahan HIV/AIDS melalui transmisi. Selain itu kami juga membahas tentang sejauh mana perubahan prilaku seksual di masyarakat. Faktor penentu keberhasilan program ini adalah dengan penggunaan kondom.

Pertemuan di sekretariat KPA Buleleng itu dihadiri perwakilan SKPD, staf VCT RSUD Buleleng, pejabat dari Lapas Buleleng, Pokja Celukan Bawang, Wargas, serta LSM. Acara itu dipimpin Asisten Koordinasi Sub-sub Resivition KPA Buleleng Putu Wisada, B.Sc. (kmb15)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6489