Nikah Muda, Berbahaya Bagi Gadis Remaja
Tanggal: Wednesday, 23 May 2012
Topik: Narkoba


Gatra, 22 May 2012

Jakarta - Fenomena nikah muda, terutama bagi anak wanita belasan tahun, Sekretaris Nasional Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI), Nafsiah Mboi, berpotensi buruk terhadap kesehatan reproduksi. Hal ini disebabkan organ reproduksinya belum berkembang masksimal, sehingga dapat menyebabkan kelainan kehamilan.

“Pada wanita, nikah muda sangat berbahaya, karena alat reproduksinya masih lemah sekali. Ketika suatu saat dia bersalin, dapat mengakibatkan aborsi, kelainan kehamilan, kelainan persalinan, dan beresiko terkena penularan penyakit lebih cepat," kata Nafsiah Mboi, dalam seminar di FKUI, Jakarta, Senin (21/5).

Nafsiah menjelaskan, nikah muda itu artinya pernikahan yang belum dewasa. Menurut UU, perempuan dapat menikah pada usia minimal 15 tahun, dan laki-laki pada usia minimal 17 tahun. Tetapi kenyataannya, pada usia 15 tahun perkembangan reproduksi wanita belum maksimal, bahkan di sejumlah pelosok daerah, seringkali anak usia 13 tahun sudah dinikahkan.

“Pada perempuan berusia kurang dari 18 tahun, kalau mereka berhubungan intim, seringkali terjadi lecet atu luka. Sehingga kalau lelakinya ada penyakit, sangat cepat tertular kepada perempuan,” ujar Nafsiah.

Sedangkan, ketika masa kehamilan, dikarenakan telur pada anak remaja belum berkembang dengan jelas, dapat menyebabkan anaknya terlahir cacat. Selain itu, seringkali janinnya tidak tahan, sehingga bisa terjadi abortus, dan rahimnya juga belum kuat.

“Usia ideal seorang wanita menikah adalah minimal 21 tahun, sehingga alat reproduksinya sudah dewasa, terutama rahim. Selain itu, secara mental diharapkan wanita sudah siap menjadi seorang ibu,” papar Nafsiah. [WS]

Sumber: http://www.gatra.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6517