Penanganan HIV/AIDS Terkendala Dana
Tanggal: Thursday, 24 May 2012
Topik: HIV/AIDS


Ujungpandang Ekspres, 23 May 2012

WAJO--Tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Wajo disikapi dengan melakukan pencegahan maupun penanganan.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala. Program Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wajo, Mukhlis, Selasa (22/5) kemarin mengatakan, penanganan seperti itu jelas memerlukan biaya untuk difasilitasi. Untuk pemeriksaan CD4 harus sampel darah segar sehingga jika diperiksa di Kabupaten Wajo kemudian dikirim ke Jakarta bukan darah segar lagi.

Sekadar diketahui, ARV ini merupakan salah satu terapi dengan pemberian obat untuk mengenali virus HIV, ARV sampai sekarang ini masih dibagikan secara gratis kepada odha. Mukhlis menambahkan, penderita odha di Kabupaten Wajo, dominan adalah laki-laki yang berada pada usia produktif. Ada 163 kasus yang sudah terdeteksi HIV/AIDS yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Wajo.

Menurutnya, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan adalah memaksimalkan sosialisasi untuk memberikan pengertian kepada masyarakat.

"Jika menemukan odha, jangan menstigma buruk atau menjauhi, karena kalau kontak sosial normal dengan mereka tidak akan menular,"ujarnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Kabupaten Wajo, dr Abdul Azis mengatakan, angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Wajo tersebut karena KPA selama ini aktif bergerak melakukan pendekatan terhadap mereka yang terjangkit untuk rajin konsultasi. "Para odha sudah rutin memeriksakan diri dan diharapkan agar tidak menjadi sumber penular,"katanya. ()

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6522