57 Persen Odha di Sumut Usia Produktif
Tanggal: Thursday, 24 May 2012
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 23 May 2012

Medan - Penderita HIV dan AIDS didominasi usia produktif. Setidaknya 57 persen dari 3461 orang dengan HIV dan AIDS (Odha) di kalangan remaja. Bahkan, 25 persennya merupakan pelajar. Demikian Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat Kota Medan, dr Delyuzar SpPA, Selasa (22/5) di Medan. "Sehinggga HIV/AIDS tidak lagi berada dalam kelompok risiko tinggi, tapi masuk dalam komunitas umum, seperti ibu rumah tangga," ujar dokter spesialis Patologi Anatomi ini.

"Karena pergaulan bebas remaja, dan ketidaktahuan mereka serta ikut-ikutan dengan kawannya mengakibatkan generasi muda tidak tahu sudah terinfeksi. Untuk HIV/AIDS tidak hanya dari seks tidak aman, tapi melalui jarum suntik atau narkoba suntik yang berganti-gantian. Untuk itu, perlu dilakukan pencegahan sejak dini," terang Delyuzar.

Dia mengharapkan semua harus berperan dan masuk ke informasi tentang HIV/AIDS, termasuk memberikan informasi di sekolah. "Upayanya mengurangi keinginan orang untuk memakai narkoba suntik. Bagi remaja dihindari tidak memakainya," kata Delyuzar.

Ia menilai, selain pentingnya peran pemerintah, peran orangtua juga sangat menentukan dengan memberikan contoh yang baik. "Orang bilang tidak ada lokalisasi di Medan, tapi di tempat tertentu rawan untuk transaksi seksual secara tidak aman. Pemerintah harus mengatur hal itu," tegasnya.

Sosialisasi

JKM sendiri, sambungnya, melakukan sosialisasi, pencegahan, advokasi ke berbagai pihak. Termasuk kepada remaja, melalui usaha kesehatan sekolah, kepada pemuda dan remaja lainnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Medan Bahrumsyah mengaku kasus HIV/AIDS sudah memprihatinkan. "Perlunya segera dilaksanakan Perda HIV/AIDS. Untuk itu, peraturan walikota (Perwal) pelaksanaannya harus cepat," ucapnya.

Ia juga berharap agar Dinas Kesehatan Medan terus melakukan sosialisasi khusus pada remaja dan memperbanyak klinik VCT.

"Pemko juga harus memiliki komitmen yang jelas dan segera mengeluarkan Perwal HIV/AIDS. Kita akan mendesak agar Perwal itu segera disahkan," tegasnya.

Begitupun, Politisi PAN ini mengatakan dalam progra sosialisasi dinkes Medan, bila memang ada program khusus untuk HIV/AIDS dan memerlukan anggaran, ia akan mendukungnya. "Tapi dengan program riil tentang HIV/AIDS," kata Bahrumsyah.

Menurutnya, Dinas Pendidikan juga perlu ada semacam pelajaran khusus seperti ekstra kurikuler agar para pelajar paham tentang HIV/AIDS. "Dinkes dan Disdik juga harus bersinergi mengenai ini," katanya.(nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6523