Wapres Optimis Target MDGs Tercapai Di 2015
Tanggal: Thursday, 24 May 2012
Topik: Narkoba


Metrotvnews.com, 24 May 2012

Surabaya: Wakil Presiden Boediono mengaku optimistis target "Millennium Development Goals" (MDGs) atau tujuan pembangunan millenium tercapai pada 2015.

"Melihat peran kader-kader PKK dan semangat gotong royong yang dimiliki warga Indonesia, saya yakin target MDGs sesuai target," ujar Boediono ketika membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat IX dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-40 di Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis.

Ia mengakui sampai pertengahan 2012, Indonesia masih memiliki tiga pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, yakni penurunan angka kematian ibu dan bayi ketika melahirkan, penanggulangan penyakit HIV/AIDS, TBC dan Malaria, serta penyediaan akses air minum dan sanitasi dasar yang layak.

Semakin mepetnya waktu untuk memenuhi target, Boediono meminta pemerintah provinsi hingga tingkat kelurahan atau desa untuk bersinergi dan bergotong royong dengan masyarakat untuk bersama-sama mencapai tujuan pembangunan.

"Gotong royong harus diteguhkan lagi, sehingga lingkungan selalu bersih dan mengurangi virus atau penyakit. Meski diakui bahwa semangat gotong royong, khususnya di kota-kota besar, cenderung menurun. Karena itulah mari kita semua bekerja dan memberikan yang terbaik demi kemajuan bangsa," tutur Wapres.

Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut berharap adanya komitmen yang mengupayakan perbaikan nasib keluarga di Indonesia. Ia mengatakan keluarga adalah pilar utama bangsa.

"Bangsa terbentuk oleh keluarga-keluarga. Tanpa keluarga sejahtera, mana mungkin bangsa sejahtera. Nah, PKK di sini memiliki peran sentral membentuk sebuah pondasi utama bangsa. PKK juga ada di keluarga dan masyarakat yang perannya sangat kuat," papar Boediono.

Sementara itu, dalam peresmian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat IX dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-40 tersebut, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjelaskan, peringatan ini sebagai upaya kepedulian masyarakat dalam mengatasi maupun mencari solusi atas sebuah permasalahan yang berkembang.

"Kami sengaja kembali memadukan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dengan Hari Kesatuan Gerak PKK. Sebab ini merupakan peran aktif masyarakat Indonesia dalam mencapai pembangunan," ujarnya.

Menurut mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut, Gerak PKK dimaknai sebagai upaya penyatuan langkah nyata 10 program pokok PKK mulai desa hingga tingkat nasional.

"Bagaimana cara mewujudkannya? caranya dengan membentuk keluarga sehat dan sejahtera. Sebab itu merupakan kunci mewujudkan semua itu. Harapannya adalah terciptanya kebersamaan dan kepedulian serta pemicu semangat melaksanakan program pemerintah untuk bersinergi dengan masyarakat," terang dia.

Ia mengakui PKK merupakan cara yang efektif dalam menggelorakan semangat gotong royong dan sebagai sarana serta sistem yang efektif untuk meningkatkan kebersamaan dalam membangun keluarga sehat dan sejahtera.

Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat IX dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-40 di Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo diikuti oleh 5.000 undangan, termasuk gubernur, kepala daerah, ketua DPRD se-Indonesia. Selain Menteri Dalam Negeri, hadir juga Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar. (Ant/ICH)

Sumber
: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6528