Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Manokwari Meningkat
Tanggal: Monday, 04 June 2012
Topik: HIV/AIDS


InfoPublik, 24 May 2012

Manokwari - Pengindap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Manokwari semakin meningkat dan sejak tahun 2001 hingga Maret 2012 tercatat penderita HIV/AIDS sebanyak 671 kasus.

“Dari jumlah tersebut, kalangan Ibu rumah tangga berada pada urutan teratas, disusul pekerja seks komersil (PSK), PNS, mahasiswa, dan pelajar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari drg. Henri Sembiring, Kamis (10/5) kemarin.

Kondisi tersebut, dinilainya masih jauh dari keadaan sebenarnya jika dikaitkan dengan teori gunung es, di mana satu kasus yang terdeteksi itu mewakili 50 kasus 'yang ada di luar yang belum diketahui.

Jadi, hitung saja 671 dikalikan dengan 50 kasus. Itulah kasus riil. mengenai penyakit HIVI AIDS yang ada di daerah ini.

Dikatakannya bahwa laju penularan penyakit ini dipicu oleh peredaran minuman keras dan penyedia jasa seks yang tidak terkontrol dengan baik, yang dijajakan oleh para Pekerja Seks Jalanan (PSJ), termasuk hubungan seks yang tidak menggunakan kondom.

“Serta adanya sikap penolakan masyarakat terhadap kampanye penggunaan kondom,” katanya menambahkan.

Jika dikaitan dengan pemberlakukan Perda Nomor 5 Tahun 2006 tentang minuman keras, jumlah HIV/AIDS di Kabupaten Manokwari, namun akhir-akhir ini maraknya peredaran miras ikut rnemicu tingginya kasus HIV/AIDS. Karena semua yang melakukan seks di lokalisasi umumnya dipengaruhi miras. dengan kalangan risiko tinggi penularan penyakit mematikan ini.

"Maka yang harus dilakukan untuk menekan penularan HIV/AIDS adalah menutup hulunya atau sumber-sumber miras itu yang harus dicabut, karena pengaruh alkohol dapat meningkatkan libido,” katanya dan menambahkan, untuk mencegah terinveksinya HIV/AIDS adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, termasuk rutin melakukan pemeriksaan di kIinik IMS. dengan kalangan risiko tinggi penularan penyakit mematikan ini.

Meski berada pada urutan teratas pengidap HIV/AIDS, kata dia, di Manokwari ada bentuk kesadaran ibu rumah tangga untuk memeriksakan diri pun cukup tinggi, sehingga terjangkitnya penyakit ini pun dapat dideteksi secara dini. Hal ini berbeda dengan kalangan risiko tinggi penularan penyakit mematikan ini.

Para pembeli seks itu saat melakukan . hubungan seks dengan PSK hampir semua dalam keadaan pengaruh minuman keras Akibatnya mereka tidak bisa lagi mengontrol soal penggunaan kondom. (mkr.infokom/toeb)

Sumber: http://www.bipnewsroom.info




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6530