Profesional Muda Akan Gelar Kepedulian AIDS
Tanggal: Monday, 04 June 2012
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 25 May 2012

JAKARTA — Kelompok dari kalangan profesional muda dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah AIDS, iVoice, menggelar kegiatan untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap masalah AIDS/HIV. Kegiatan yang dilaksanakan pada 26-27 Mei 2012 di kampus Unika Atma Jaya, Semanggi, Jakarta, itu juga untuk menggalang dana bagi LSM-LSM lokal, demikian keterangan tertulis iVoice di Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Kegiatan bertajuk "International AIDS Candlelight Festival Indonesia" ini sekaligus menjadi bagian perayaan simbolik Malam Renungan AIDS sedunia yang dilakukan pada 20 Mei setiap tahunnya.

Disebutkan, "International AIDS Candlelight Festival 2012" akan menampilkan kegiatan yang melibatkan anggota masyarakat madani serta ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, seperti akademisi, pelajar, pemerintah, media, serta individu termasuk publik figur, dan diharapkan dihadiri 1.000-2.000 pengunjung setiap hari.

Festival ini akan menggalang acara-acara yang didasari oleh tiga prinsip, yaitu mendidik, menghibur, dan mengumpulkan dana. Kegiatan yang akan dilakukan antara lain seminar oleh ahli Expert HIV/AIDS, diskusi bersama panelis, rapat umum dan diskusi antara remaja, pengulasan buku dan film berbobot, pelelangan barang-barang seni, pameran dari LSM-LSM terkait, serta Charity Gala Dinner.

Disebutkan, masalah HIV/AIDS telah menjadi masalah global di banyak negara, termasuk Indonesia. Sesuai dengan laporan yang diterbitkan oleh PBB pada 2010, terdapat lebih kurang 400.000 penderita HIV/AIDS di Indonesia.

Dengan jumlah kasus yang terus meningkat dan apabila tidak ada penanganan yang serius di tingkat nasional, diperkirakan akan terdapat lebih kurang 2.117.000 penderita HIV/AIDS di Indonesia pada 2025.

Upaya besar dan terpadu sudah dikerahkan demi kemajuan program pencegahan dan perawatan HIV/AIDS di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menyusun Strategi dan Rencana Aksi Nasional 2010-2014 (SRAN 2010-2014) untuk program tersebut. Namun, dibutuhkan anggaran dalam jumlah lebih kurang 1,1 miliar dollar AS yang berasal dari kantong Pemerintah Indonesia dan donatur internasional.

Walaupun demikian, pemerintah sendiri mengakui masih banyak area dan program yang tidak bisa ditangani oleh SRAN tersebut serta perlunya kerja sama dengan LSM yang sudah terbukti efektif dalam pengurangan stigma dan diskriminasi serta pemberdayaan dan perekrutan staf untuk konseling dan tes sukarela.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6532