Pemko: Jangan diskriminasikan penderita HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 04 June 2012
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 26 May 2012

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mengajak semua pihak untuk berupaya mencegah terjadinya penyebaran virus HIV AIDS dan mengharapkan tidak mengucilkan penderita penyakit yang belum ada obatnya itu.

Asisten III Setdako Lhokseumawe Muzakkir Sulaiman pada acara Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) di Lhokseumawe, mengatakan, keikutsertaan masyarakat dan semua elemen dalam mencegah penyebaran virus mematikan tersebut sangat diharapkan.

Dihadapan 300 undangan peserta malam renungan yang digelar di Gedung KNPI Lhokseumawe tersebut, Muzakkir menambahkan, dampak bahaya HIV AIDS bukan saja menimbulkan gangguan kesehatan semata, namun juga berimbas pada gangguan kehidupan sosial masyarakat.

Muzakkir yang juga menjabat Sekretaris Umum Komite Penanggulangan AIDS Kota Lhokseumawe itu meminta kepada masyarakat agar tidak mengucilkan atau mendiskriminasikan penderita HIV AIDS.

Namun mendorong, supaya penderita HIV AIDS untuk selalu bersemangat dalam menjalani hidup dan berupaya mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut, kata Muzakkir.

Sementara itu, Ketua panitia Muhammad Faizal mengatakan, acara yang didukung oleh Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) dengan mengambil tema "Peduli Sehat dan Berempati" itu bertujuan sebagai penyadaran maupun intervensi untuk solidaritas sosial.

Kegiatan yang dilakukan pada malam renungan tersebut adalah tafakkur yang disampaikan oleh Ust Abdurrahman, puisi dan musikalisasi terkait kehidupan penderita AIDS.

Dengan malam renungan itu juga, untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), serta mendorong instansi terkait untuk meningkatkan layanan medis yang komprehensif kepada ODHA, juga mendorong kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam upaya melawan dan penanganan HIV AIDS.

"Kami berharap malam ini, tidak sekedar hening, namun menjadi sebuah bentuk penyadaran kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan HIV AIDS," ucap Faizal.

Disebutkan, menurut data Ditjen Program Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI, di Indonesia dalam triwulan (Oktober-Desember 2011) sebanyak 5.442 kasus HIV dan sebanyak 2.357 orang menderita AIDS.

Jumlah tersebut akan terus meningkat apabila tidak ada upaya terpadu membendung laju penularan HIV AIDS.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6535