Menyantap Daging Monyet Berisiko HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 04 June 2012
Topik: HIV/AIDS


metrotvnews.com, 28 May 2012

MEMAKAN daging monyet dan kera berpotensi mengakibatkan penyakit HIV/ AIDS. Demikian peringatan para ilmuwan terkait kebiasaan warga Kamerun yang menyantap daging monyet dan kera.

Peneliti melacak virus HIV yang disebut simian foamy virus. Peneliti khawatir lebih banyak virus yang menyebar dan menimbulkan krisis kesehatan global. Sebanyak 80 persen daging primata yang disantap itu dibunuh di alam bebas. Kejadian itu dikenal sebagai bushmeat.

Peneliti memperkitakan sekitar tiga ribu ekor gorila disembelih di Kamerun Selatan setiap tahun. Sementara di Kongo, bushmeat diperkirakan lima juta ton atau setara dengan 10 juta ternak yang dipanen setiap tahun.

Studi yang dilakukan US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengidentifikasi bukti virus, termasuk simian foamy virus, dalam produk satwa liar yang secara ilegal diimpor. Bandara Internasional Amerika Serikat menyita produk-produk tersebut.

Kepala dokter hewan Ape Action Africa (AAA) Babila Tafon melihat virus pada hewan dibawa ke tempat suci mereka. AAA kini merawat 22 gorila dan lebih dari seratus simpanse yang tidak memiliki orang tua karena perdagangan daging hewan.

Lembaga yang peduli terhadap kasus itu diharapkan bisa mencegah pertumbuhan penyakit HIV akibat mengonsumsi monyet, simpanse, dan gorila, serta bisa melindungi hewan-hewan yang menjadi target jual beli oknum tertentu.(zeenews/***)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6542