Setengah ODA Sulsel Akibat Jarum Suntik
Tanggal: Monday, 04 June 2012
Topik: Narkoba


Liputan6.com, 29 May 2012

Makassar: Sekitar 50 persen dari total penderita HIV/AIDS yang mencapai 5.352 orang di Sulawesi Selatan terinfeksi akibat penggunaan jarum suntik. "Data Dinkes Sulsel 2012 menunjukkan bahwa penggunaan jarum suntik secara bergantian itu 50 persen menyebabkan HIV/AIDS, selebihnya akibat hubungan heteroseksual dan homoseksual," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr H. Rahmat Latief di Makassar, Selasa (29/5).

Dia mengatakan, usia yang terpapar HIV/AIDS di Sulsel umumnya adalah usia produktif antara 25-49 tahun. Sementara dari total jumlah orang dengan HIV AIDS (ODA) tersebut sekitar empat ribu orang lebih sudah meninggal dan sisanya sebanyak 1.250 orang masih hidup.

Menyikapi hal tersebut, lanjut Rahmat, perjuangan untuk menekan angka penderita HIV/AIDS itu tidak akan berhenti dan sudah menjadi tantangan global. Apalagi secara global, korban HIV/AIDS ini menelan korban jiwa rata-rata 1,8 juta orang per tahun 2,7 juta orang baru terinfeksi per tahun. "Selain mewaspadai penyebaran HIV/AIDS itu, juga perlu mengantisipasi penyebaran penyakit turunannya seperti TBC dan hepatitis," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, sosialisasi dan penyebaran informasi akan bahaya HIV/AIDS harus terus digalakkan, bukan hanya di kota besar namun hingga ke pelosok desa atau pesisir. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit yang membahayakan dan tingkat penyembuhannya masih sangat sulit.(ANT/MEL)

Sumber: http://kesehatan.liputan6.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6546