Kampanye Fans Oranje Di Negara AIDS Terparah
Tanggal: Monday, 04 June 2012
Topik: Narkoba


RNW, 30 May 2012

10 hari lagi dilangsungkan Kejuaraan Bola Eropa 2012 di Ukraina. Organisasi pemerhati AIDS Belanda Aids Fonds memobilisasi fans Oranje untuk menandatangani petisi pemberantasan AIDS. Tidak ada satupun negara di Eropa dimana penularan AIDS di Ukraina begitu meraja lela. "Kampanye Fans Oranje Di Negara AIDS & HIV" demikian koran Algemeen Dagblad.

Dua selebriti Belanda, seorang komentator bola di televisi dan seorang pelawak, diminta oleh AIDS Fonds untuk menggerakkan hati nurani fans Oranje agar mereka peduli akan nasib pasien AIDS di Ukraina salah satu tuan rumah Kejuaraan Euro 2012 disamping Polandia.

Lebih Parah dari Afrika

"Tidak banyak orang Belanda yang tahu tentang negara bekas Uni Sovyet itu. Apalagi tentang kondisi AIDS disana. AIDS selalu diasosiasikan dengan kemiskinan, kelaparan, ketidak berdayaan warga seperti di Afrika padahal wabah AIDS di Ukraina lebih parah dari di Afrika," kata Norbert Hendriks dari AIDS Fonds.

"Seperempat dari pasien AIDS tidak punya akses ke pengobatan. Otoritas yang berkuasa terlalu sedikit membeli obat-obatan sehingga pasien dewasa diberi dosis untuk anak-anak. Dan akibatnya, pasien anak-anak tidak kebagian obat sama sekali," tegasnya.

Belum lama ini Hendriks berkunjung ke Ukraina dimana 1,1% penduduknya atau sekitar 350.000 warga Ukraina mengidap AIDS. Ia bertemu aktivis sosial yang secara sukarela membantu LSM-LSM AIDS. Hendriks juga menemui banyak pasien AIDS. Ia menyimpulkan bahwa masalah terbesar yang dihadapi adalah para pasien AIDS sulit bertemu dengan aktivis sosial maupun petugas kesehatan, karena takut ditangkap polisi atau kehakiman.

"Banyak pasien AIDS adalah pekerja seks dan pecandu narkoba", kata Hendriks. "Pekerja seks sering tidak punya KTP karena pelacuran dilarang di Ukraina, jadi mereka tidak punya akses ke sektor kesehatan atau LSM AIDS. Narkoba juga dilarang. Mereka tidak berani datang ke program-program advokasi, takut ditangkap polisi yang selalu berjaga-jaga di tempat-tempat umum."

Kriminal

Praktis tidak ada program penyuluhan dan pencegahan. Tidak bisa dibantah, dalam waktu singkat virus HIV merajalela dengan sangat cepat. Tetapi karena penularan banyak terjadi di kalangan 'pekerja seks' dan 'pecandu narkoba' maka akibatnya pemerintah tidak melihat epidemi AIDS itu sebagai masalah.

"Disitulah pokok permasalahannya, karena kebanyakan korban yang terinfeksi virus HIV berumur dibawah 30 tahun."

Masalah lain, hampir tiga-perempat orang yang ketularan HIV tidak tahu bahwa mereka sudah ketularan. Lagi pula Ukraina termasuk negara miskin sehingga banyak wanita terjerumus pelacuran. Semua ini diperparah dengan kenyataan bahwa kawula muda Ukraina melarikan diri ke minuman keras dan narkoba.

Gunakan Kondom

"Masalah yang sebenarnya kecil saja yaitu penyediaan jarum suntikan yang steril. Pemerintah tidak mampu atau tidak mau menyediakan sarana itu," menurut Hendriks.

AIDS Fonds menyadari bahwa fans Oranje tidak akan banyak dihadapi masalah AIDS di Ukraina kalau saja mereka tidak banyak 'selingkuh' dengan warga lokal atau apabila mereka menggunakan kondom.

Disaat perhatian di Eropa di arahkan ke Ukraina - paling tidak berkaitan dengan Kejuaraan Euro 2012, maka AIDS Fonds menggunakan kesempatan tersebut untuk mempedulikan nasib pasien AIDS dan situasi wabah AIDS disana dengan mengumpulkan petisi.

Petisi itu akan diserahkan kepada presiden Ukraina untuk menagih janjinya bahwa paling tidak 43.000 pasien AIDS akan diberi pengobatan, sekalipun janji itu pasti tidak akan bisa dipenuhi mengingat waktu yang sudah begitu sempit. Demikian Algemeen Dagblad.

Sumber: http://www.rnw.nl




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6553